06 October 2020, 03:00 WIB

Menko PMK Ajak Mahasiswa Baru Uhamka Teladani Buya Hamka


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengajak para mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) meneladani sifat tokoh bangsa yang juga tokoh Muhammadiyah Buya Hamka.

Muhadjir yang juga mantan Mendikbud ini mengatakan memilih Uhamka sebagai tempat menempuh jenjang pendidikan tinggi merupakan keputusan tepat karena Uhamka memiliki sosok panutan seorang ulama besar dengan pemikirannya yang luar biasa yakni Buya Hamka.

"Beliau merupakan role model yang tepat untuk kalian semua, generasi muda. Saya ingin dari kampus ini akan lahir Hamka-Hamka yang baru, Hamka-Hamka dengan visi misi masa depan yang cemerlang yang sesuai dengan perkembangan zaman," kata Muhadjir dalam.Kegiatan Pekan Taaruf yang diikuti lebih dari 4.000 mahasiswa baru Uhamka yang digelar secara virtual, Senin ( 5/10).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menilai generasi muda saat ini lahir pada zaman yang fasilitasnya sangat lengkap.

Namun ia mengingatkan, sejatinya mahasiswa sudah bukan lagi merupakan anak sekolahan (children of school), tetapi sudah masuk dalam kategori angkatan kerja. Karena usia mahasiswa baru pasti sudah di atas 18 tahun, dan itu merupakan usia angkatan kerja.

Tetapi karena memilih untuk melanjutkan pendidikan tinggi, maka mahasiswa harus menunda menjadi angkatan kerja. Konsekuensi menunda masuk ke dunia kerja ini atau opportunity costnya tentu sangat mahal. Minimal ada dua cost yang harus ditanggung yakni biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar semua kebutuhan selama kuliah dan nilai penghasilan yang terpaksa tertunda akibat belum bekerja.

“Sehingga ketika kalian ulus dari Uhamka mestinya memiliki penghasilan yang lebih tinggi ketimbang. lulus sekolah menengah,” ujarnya..

Baca juga : DKI Bakal Tutup Kampus Abal-Abal

Muhadjir berpesan agar mahasiswa Uhamka memanfaatkan kesempatan menempuh perguruan tinggi sebaik baiknya belajar dengan sungguh-sungguh, agar kelak menjadi SDM unggul berkualitas.

Dia menambahkan mahasiswa mesti memiliki lima hal penting selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang dikenal dengan 5C. Yakni Critical Thinking, Communication, Colaboration, Creative dan yang terakhir Caracter. Melalui 5C ini diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin yang handal di masa mendatang.

Muhadjir menegaskan, kegiatan menyambut mahasiswa baru, tidak perlu ada kegiatan perploncoan. Mengenalkan lingkungan kampus dan model-model pendidikan tinggi tidak harus dengan kegiatan perploncoan yang tidak memberikan manfaat apa-apa.

“Hindari perploncoan, kekerasan fisik maupun kekerasan verbal. Tetapi sebaliknya, tebarlah kasih sayang,” tukasnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP) Abdul Mu’ti mengemukakan tantangan yang dihadapi mahasiswa baru lebih kompleks di tengah kemajuan teknologi terlebih di tengah pandemi Covid-19.

"Justru di tengah pandemi Covid-19 ini kita mesti menggali potensi yang ada," ujarnya.

Ia menambahkan tentang sosok Buya Hamka yang menjadi ikon kampus Uhamka dalam berkarya.

"Beliau tetap berkarya dengan melahirkan buku Tafsir Al Azhar yang mashur justeru saat Buya Hamka meringkuk di penjara tanpa memiliki kesalahan apa-apa. Beliau tidak lantas meratapi nasib saat pemerintah menjebloskan ke penjara. Sebaliknya, Buya Hamka mempelajari Al Qur’an dan menuliskan buku Tafsir Al Azhar. Buya Hamka sosok tauladan kreatif dan produktif. Beliau bisa melahirkan karya besar pada situasi yang sulit. Ini luar biasa,” ujar Mu’ti yang belum lama ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Pendidikan Agama Islam UIN Jakarta.

Sementara itu Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro mengatakan pekan taaruf mahasiswa baru Uhamka 2020 digelar secara daring mengingat DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua, tak terkecuali warga kampus yang ada di Jakarta harus tetap kerja dari rumah dan belajar dari rumah.

“Adanya PSBB tidak menghentikan kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru. Kita gelar online guna mengenalkan budaya kampus Islami di lingkungan Uhamka,” kata Gunawan.

“Alhamdulillah Uhamka telah membuktikan menjadi kampus unggul dengan prestasi akreditasi institusi A. Kami mohon doa agar bisa terus bergerak lebih unggul lagi.mencapai yang terbaik, tidak hanya menjadi unggul institusinya juga melanjutkan keunggulan lain, yakni menjadikan Uhamkq pusat keunggulan,” pungkas Gunawan. (OL-7)

BERITA TERKAIT