05 October 2020, 23:19 WIB

PT INKA Yakini Pengoperasian KRL Prameks Lebih Efisien


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

GM Pengembangan PT INKA Junaidi menyampaikan telah mengirimkan  kereta rel listrik (KRL) yang akan digunakan untuk KRL Prameks ke PT Kereta Commuter Indonesia di Jakarta. Menurut dia, penggantian KRD Prameks menjadi KRL Prameks memiliki lebih banyak keuntungan.

"Pengoperasian KRL bisa lebih efisien (dibandingkan KRD)," kata Junaidi di kantor PT INKA, Madiun, Senin (5/9).

KRL disebut bisa lebih efisien karena menggunakan infrastruktur LAA (listrik aliran atas). Sementara, KRD digerakkan oleh mesin diesel dengan bahan bakar solar.

"KRL tidak banyak komponen, lebih mudah perawatan, lebih efisien dan minim polusi," ujarnya.

Dari sisi berat, KRL juga lebih ringan lantaran memiliki berat sekitar 25 ton, sedangkan KRD memiliki berat antara 40-50 ton. Dari sisi kecepatan tergantung lebar rel. Dengan lebar rel 1.067 mm, kecepatan maksimal KRL yakni 120 km per jam. Apabila hendak dipercepat, infrastruktur relnya harus diperlebar menjadi 1.435 mm.

Baca juga:Uji Coba KRL Prameks Ditargetkan Awal November

Junaidi mengaku sudah banyak KRL yang dikirimkan ke KCI. Saat ini, di INKA terdapat enam set KRL. Pihaknya hanya bertugas merampungkan pembuatan KRL, sedangkan operasionalnya dilakukan oleh PT KCI.

"Kami buat rangkaian KRL pada 2010 lalu dipakai di Jabodetabek. Setelah Jogja punya infrastruktur aliran atas, KRL bersiap dioperasikan di sana," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama KAI Commuter (KCI) Wiwik Widayanti menjelaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai infrastruktur agar kereta komuter Prambanan Ekspres (Prameks) bisa seperti Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Daop 1. Uji coba KRL rencananya akan dilaksanakan pada akhir Oktober atau awal November 2020.

"Prameks yang saat ini menggunakan KRD (Kereta Rel Diesel) nantinya akan menggunakan KRL aliran atas," ucapnya kepada para wartawan di Yogyakarta, Jumat (2/10).

Pada November awal, pihaknya merencanakan uji coba KRL Jogja-Klaten. Pada Desember, uji coba KRL Jogja-Solo. Menurut rencana, KRL tidak hanya Solo-Jogja, tetapi Solo hingga Kutoarjo.

KA Komuter Prameks sangat diminati masyarakat. Sebelum pandemi, KA tersebut membawa sekitar 10 ribu penumpang per hari. Namun, pada masa pandemi Covid-19, KA Prameks hanya membawa sekitar 3 ribu penumpang setiap hari karena ada pembatasan penumpang maksimal 70% dari kapasitas yang ada.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT