05 October 2020, 21:55 WIB

Covid-19 tak Goyahkan Kepuasan atas Kinerja Presiden Jokowi


ANTARA | Politik dan Hukum

HASIL survei Voxpopuli Research Center menyebutkan tingkat kepuasan publik kepada Presiden RI Joko Widodo masih cukup tinggi di tengah ancaman pandemi covid-19.

"Selama setahun periode kedua Jokowi, kepuasan publik terhadap  kepemimpinan Presiden masih menjulang tinggi hingga mencapai 64,7%," ungkap Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center Dika Moehamad dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, kemarin.

Menurut Dika, kebijakan yang diambil Presiden untuk menangani covid-19 masih menjadi opsi terbaik. "Sebagai catatan, Presiden telah menerapkan sejumlah langkah, seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberian bansos, hingga pembukaan kegiatan ekonomi secara bertahap." 

Meski demikian, lanjut dia, masih ada sebanyak 30,6% yang menyatakan tidak puas. Masih terus naiknya kurva penambahan kasus positif hingga kesulitan ekonomi akibat dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi titik kelemahan Presiden Jokowi.  Sementara, sisanya 4,7% tidak tahu atau tidak menjawab. 

Di tengah tingginya kepuasan terhadap Presiden, catatan perlu diberikan kepada para pembantu di kabinet. Setidaknya ada sembilan menteri yang dipandang publik kinerjanya paling buruk dengan penilaian di bawah 1%.

"Termasuk di antara sembilan menteri dengan kinerja terburuk adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (0,9%), Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (0,7%), dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (0,1%)

Dika mencontohkan peran Terawan yang seharusnya menjadi sentral dalam krisis kesehatan dinilai tidak optimal. Upaya mengendalikan covid-19 dilakukan oleh Gugus Tugas atau kini berubah menjadi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN).   

Sementara itu, Nadiem yang sukses membangun start-up berstatus unicorn masih dipertanyakan kinerjanya. "Publik menilai belum ada gebrakan berarti, terlebih di tengah kegiatan sekolah yang terhenti dan kesulitan masyarakat untuk pembelajaran daring."

Adapun sejumlah menteri yang dinilai berkinerja terbaik meliputi Menteri Keuangan Sri Mulyani (25,3%), Menteri BUMN Erick Thohir (18,8%), dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (13,0%). 

Menjelang setahun pemerintahan periode kedua, Dika menyarankan Jokowi sebaiknya mengevaluasi kabinet. Hal itu pun didukung 72,8% responden yang menyatakan setuju dilakukan perombakan kabinet terhadap menteri menteri yang kinerjanya buruk. "Hanya 22,3% yang tidak setuju, dan 4,9% tidak tahu/tidak jawab," tutur Dika.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 11 sampai dengan 20 September 2020 melalui telepon kepada 1.200 responden yang diambil secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.<(P-2)

BERITA TERKAIT