05 October 2020, 21:12 WIB

Menaker: Awas Covid-19, Buruh Jangan Mogok Nasional


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menilai bahwa rencana mogok kerja massal sudah tidak relevan. Apalagi di tengah pandemi covid-19, aksi tersebut akan membahayakan nyawa.

Ida meminta agar serikat pekerja memikirkan hal tersebut dengan tenang. Hal itu terkait situasi yang jelas tidak memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul. "Pandemi covid-19 masih tinggi, masih belum ada vaksinnya," ujarnya dalam surat terbuka, Senin (5/10).

Ida meminta serijat pekerja membaca secara utuh RUU Cipta Kerja sebelum terbawa emosi. Dia menegaskan bahwa banyak sekali aspirasi serikat pekerja yang telah diakomodir oleh pemerintah.

"Soal PKWT, outsourcing, syarat PHK, itu semua masih mengacu pada UU lama. Soal upah juga masih mengakomodir adanya UMK. Jika teman-teman ingin 100% diakomodir, itu tidak mungkin. Namun bacalah hasilnya. Akan terlihat bahwa keberpihakan kami terang benderang," tegas Ida.

Baca juga: Pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja Diwarnai Walk Out

Karena sudah banyak yang diakomodir, lanjut Ida, maka mogok dikatakan menjadi tidak relevan. Dia meminta serikat pekerja untuk melupakan hal tersebut. Ida meminta agar serikat pekerja tidak mengambil risiko yang membahayakan jiwa.

"Jangan ambil risiko membahayakan nyawa kalian, istri, suami dan anak-anak di rumah. Mereka wajib kita jaga agar tetap sehat. Saya mengajak kita kembali duduk bareng. Dengan semangat untuk melindungi yang sedang bekerja dan memberi pekerjaan bagi yang masih nganggur," ucapnya.

"Saya dengan antusias menunggu kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan. Saya percaya kita selalu bisa menemukan jalan tengah yang saling menenangkan. Kita sedang berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan. Salam sayang saya kepada keluarga di rumah. Tetaplah sehat," tutur Ida.

Ia juga menyampaikan bahwa hatinya bersama dengan para pekerja baik yang masih aktif mau pun yang masih menganggur. Dia pun meluncurkan surat terbuka yang ditujukan kepada Serikat Pekerja atau Serikat Buruh yang berisikan pandangannya mengenai RUU Cipta Kerja.

"Sejak awal 2020 kita telah mulai berdialog tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal. Aspirasi kalian sudah kami dengar, sudah kami pahami. Sedapat mungkin aspirasi ini kami sertakan menjadi bagian dari RUU ini. Pada saat yang sama kami juga menerima aspirasi dari berbagai kalangan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ida mengatakan bahwa dirinya berupaya mencari titik keseimbangan. Antara melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan kebanggaan.

"Tidak mudah memang, tapi kami perjuangkan dengan sebaik-baiknya," kata Ida.

Dia memahami bahwa beberapa pihak pasti ada yang kecewa atau belum puas. Dia pun menerima dan mengerti akan hal tersebut.(OL-4)

BERITA TERKAIT