05 October 2020, 17:35 WIB

Siapkan Lulusan SMA dan SMK Hadapi Tantangan Industri 4.0


Mediaindonesia.com | Humaniora

REVOLUSI  Industri 4.0, memunculkan pemanfaatan teknologi baru dan kategori pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya. Dalam The Future of Jobs Report 2018 yang dirilis oleh World Economic Forum, kategori pekerjaan yang akan mengalami peningkatan permintaan adalah, Analis Data dan Ilmuwan, Pengembang Perangkat Lunak dan Aplikasi, serta E-commerce dan Media Sosial Spesialis. Semua pekerjaan itu boleh dibilang berbasis dan bergantung pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Karena itulah, Samsung Electronics Indonesia, menghadirkan program Samsung Innovation Campus (SIC) di beberapa SMA dan SMK, sebagai bagian dari kegiatan Corporate Citizenship yang telah berjalan dari Januari 2020 dengan memberikan pelatihan Coding & Programming yang terdiri dari Scratch 1, 2 & 3, Rurple, C-Programming, Arduino dan Algorithm Problem Solving Basic kepada para sekolah mitra. Sebagai indikator pencapaian atas apa yang telah diberikan, Samsung menggelar acara puncak SIC Project Competition 2020, yang menampilkan kreasi proyek dari para murid sekolah yang menjadi mitra pelaksanaan SIC.

Baca juga: Menko PMK : Angkatan Kerja Didominiasi Lulusan SMA

Program SIC Pilot itu mereka bekerjasama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) yaitu anggota organisasi non-profit terbesar di dunia, JA Worldwide, yang berfokus untuk membekali generasi muda mengenai pekerjaan dan kewirausahaan. Selama 100 tahun, JA telah memberikan pembelajaran dengan pengalaman langsung yang berfokus pada kewirausahaan, kesiapan kerja, dan literasi keuangan.

Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. mengatakan dibutuhkan keikutsertaan beragam pihak untuk bisa mempersiapkan lulusan SMA dan SMK menghadapi industri 4.0.

“Adopsi teknologi pada Revolusi Industri 4.0 merupakan tantangan tersendiri, salah satunya berimplikasi adanya disrupsi teknologi dalam berbagai lini. Lulusan SMA dan SMK harus dipersiapkan dan dibekali dengan materi pembelajaran yang tidak hanya dapat meningkatkan keterampilan dasar, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan keterampilan di dunia kerja masa depan karena di masa depan nanti akan lebih banyak kompetensi baru yang lahir, tuntutan skill baru, pekerjaan baru yang mungkin saat ini belum bisa kita bayangkan," ujarnya.

"Tidak hanya lingkungan pendidikan, kontribusi perusahaan dan industri pun sangat berperan besar dalam hal ini. Karenanya, kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Samsung untuk mendukung dunia pendidikan Indonesia. Kami harap program pembelajaran yang Samsung hadirkan bisa menjadi pembekalan bagi para lulusan untuk menghadapi era industri 4.0 karena sangat penting untuk pendidikan bisa bersinergi selaras dengan link and match dengan dunia industri. Ke depan kami berharap kerja sama ini bisa lebih dalam lagi melibatkan industri dari hulu sampai ke hilir dalam ekosistem penyelenggaraan SMK," lanjut Wikan Sakarinto.

“Tantangan era Industri 4.0 akan sulit untuk dihadapi para lulusan SMA dan SMK, tanpa dibekali pendidikan yang membentuk keahlian. Oleh sebab itu, kami menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di era tersebut. SIC merupakan sebuah program global yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi," tambah Direktur Manajemen R&D Samsung R&D Indonesia, Risman Adnan.

Peserta SIC Project Competition 2020 menampilkan hasil proyek yang diikutsertakan, SMKN 1 Geger – Madiun menghadirkan proyek berjudul Smart Hydroponic Technology (SAHYT), SMK Al Huda – Kediri dengan proyek Sistem Pengairan Otomatis (Smart Irrigation System) Berbasis Arduino, BINUS SCHOOL Simprug – Jakarta dengan proyek 2D Platformers Arcade Game, dan BINUS SCHOOL Serpong – Tangerang dengan proyek Automatic Dispenser For Hand Sanitizers. Setiap peserta mempersiapkan proyek mereka berdasarkan materi yang diberikan lewat program SIC dengan kurun waktu satu bulan.

Peserta kompetisi juga harus melewati 2 tahap penilaian yaitu tahap laporan atau dokumentasi tertulis dan tahap presentasi. Adapun dewan juri yang terlibat dalam penentuan pemenang dalam SIC project competition 2020 ini adalah Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, DR. Ahmad Saufi, S.Si., M.Sc.; Direktur R&D Manajemen Samsung R&D Indonesia, Risman Adnan, S.Si., M.Si.; dan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim.

Poin-poin yang menjadi penilaian adalah masalah teknis (10%), ide, kreatifitas dan keaslian project (20%), pembuatan konstruksi project (15%), potensi pemanfaatan dan komersialisasi (15%), kemampuan presentasi (10%), demonstrasi (15%) dan tanya & jawab (15%).

SIC Project Competition 2020 berhasil dimenangkan oleh SMKN 1 Geger – Madiun dengan menampilkan proyek Smart Hydroponic Technology (SAHYT). Pemenang berhak menyandang gelar The Best SIC Project 2020 dengan hadiah Samsung Galaxy A71 kepada setiap anggota team beserta guru pembimbing. Selain itu, terdapat pemenang favorit yang dipilih berdasarkan polling yang dilakukan oleh para undangan pada sesi penjurian terpilih adalah SMK Al Huda – Kediri dengan proyek Sistem Pengairan Otomatis (Smart Irrigation System) Berbasis Arduino dan pemenang berhak mendapatkan hadiah Samsung Galaxy A21s juga kepada setiap anggota team dan guru pembimbing. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT