05 October 2020, 18:34 WIB

Peti Mati Usia 2.500 Tahun dibuka di Mesir


Galih Agus Saputra | Weekend

Sejumlah arkeolog yang bekerja untuk pemerintah Mesir baru-baru ini telah menemukan 59 sarkofagus yang masih tersegel di situs Saqqara, Giza. Menurut mereka, peti mati yang berisi mumi itu, diperkirakan telah berusia kurang lebih 2.500 tahun.

Sekitar 40 peti mati juga turut dibuka dihadapan awak media di situs Saqqara yang dikenal sebagai situs Warisan Dunia, UNESCO. Menteri Pariwisata dan Benda Purbakala Mesir, Khalid el-Anany menjelaskan sarkofagus itu ditemukan terkubur secara terpisah di tiga sumur.

"Saya menganggap ini adalah awal dari sebuah penemuan besar," tuturnya, seperti dilansir Ladbible, Senin, (5/10).

Sekretaris Jenderal Kepurbakalaan Mesir, Mostafa Waziri, menambahkan studi awal para arkeolog telah berhasil mengidentifikask bahwa peti mati yang penuh hiasan itu, dibuat untuk para pendeta, pejabat tinggi, maupun elit yang hidup di akhir jaman Firaun (664-525 SM).

Selain itu, lanjutnya, para arkeolog juga telah berhasil menemukan 28 patung dewa pemakaman Saqqara, Ptah-Soker sekaligus patung perunggu dewa Nefertum setinggi 35 cm. Patung perunggu tersebut memiliki ukiran dan bertatahkan batu mulia. Identitas pemiliknya kala itu turut diukir dengan nama Pendeta Badi-Amun.

Penemuan itu sebenarnya telah diumumkan pemerintah Mesir sejak bulan lalu. Kala itu, para arkeolog berhasil menemukan 13 sarkofagus di sumur sedalam  36 kaki (11 meter). El-Anany mengatakan sarkofagus itu akan dipamerkan di museum baru yang dibangun pemerintah Mesir di dekat Piramida Giza.

"Ada perasaan yang tak terlukiskan saat Anda menyaksikan penemuan arkeologi baru ini," katanya. (Ladbible/M-2) 

BERITA TERKAIT