05 October 2020, 18:15 WIB

Penemu Virus Hepatitis C Dapat Hadiah Nobel Kedokteran


Haufan Hasyim Salengke | Humaniora

WARGA Amerika Serikat Harvey Alter dan Charles Rice bersama dengan warga Inggris Michael Houghton memenangi Hadiah Nobel Kedokteran, Senin (5/10), atas penemuan virus Hepatitis C, kata juri Nobel.

Ketiganya dinugerahi atas "kontribusi yang menentukan dalam memerangi hepatitis yang ditularkan melalui darah, masalah kesehatan global utama yang menyebabkan sirosis dan kanker hati pada orang-orang di seluruh dunia," kata tim juri Nobel.

"Penemuan virus Hepatitis C mengungkap penyebab sisa kasus hepatitis kronis dan memungkinkan dilakukannya tes darah dan obat-obatan baru yang telah menyelamatkan jutaan nyawa," tambah pernyataan tersebut.

"Sebelum karya mereka, penemuan virus Hepatitis A dan B telah menjadi langkah penting ke depan," kata Majelis Nobel di Karolinska Institute Swedia dalam sebuah pernyataan tentang pemberian hadiah.

Berkat penemuan mereka, tes darah yang sangat sensitif untuk virus itu sekarang tersedia. Temuan ini pada dasarnya telah menghapus hepatitis pascatransfusi di banyak bagian dunia, sangat meningkatkan kesehatan global, kata komite Nobel.

Penemuan mereka juga memungkinkan perkembangan pesat obat antiviral yang diarahkan pada hepatitis C. "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penyakit ini kini bisa disembuhkan, meningkatkan harapan pemberantasan virus Hepatitis C dari populasi dunia," kata juri.

Penghargaan atas kerja mereka datang saat dunia memerangi pandemi virus korona. Ketiganya akan berbagi hadiah Nobel sebesar 10 juta kronor Swedia (sekitar US$1,1 juta).

Pemenangnya biasanya menerima hadiah dari Raja Carl XVI Gustaf pada upacara resmi di Stockholm pada 10 Desember, peringatan untuk mengenang kematian ilmuwan Alfred Nobel yang menciptakan hadiah dalam wasiat terakhirnya.

Tetapi upacara tatap muka telah dibatalkan tahun ini karena pandemi virus korona, diganti dengan upacara di televisi yang menampilkan para pemenang menerima penghargaan mereka di negara asal mereka.

Tahun lalu, penghargaan diberikan kepada peneliti AS William Kaelin dan Gregg Semenza dan Peter Ratcliffe dari Inggris atas penemuan tentang bagaimana sel merasakan dan beradaptasi dengan ketersediaan oksigen.

Pemenang dari hadiah fisika tahun ini akan diumumkan pada, Selasa, diikuti oleh hadiah di bidang kimia pada Rabu.

Hadiah sastra akan diumumkan pada Kamis dan hadiah perdamaian pada Jumat, dengan spekulasi remaja aktivis iklim Swedia Greta Thunberg dan aktivis iklim lainnya atau kelompok kebebasan pers akan memenangi penghargaan tersebut.

Hadiah ekonomi akan menutup musim hadiah Nobel pada 12 Oktober. (AFP/OL-13)

BERITA TERKAIT