05 October 2020, 17:38 WIB

Tingkat Hunian di RSD Wisma Atlet Menurun


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

TINGKAT hunian pasien covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat alami penurunan.

Koordinator RS Covid-19 Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan di RSD Wisma Atlet ada empat tower yang digunakan. Masing-masing tower 4 dan tower 5 untuk isolasi mandiri. Kemudian tower 6 dan 7 untuk penanganan pasien pasien Covid yang ringan dan sedang.

"Dari laporan pagi, untuk tower 4 kurang lebih terhuni 40% kemudian tower 5 itu sekitar 60% kemudian tower 6 kurang lebih 59%, tower 7 ada 66% artinya di sini kita lihat hunianya tidak seperti minggu-minggu kemarin bisa mencapai 90% dan ini hunian kali ini mudah-mudahan hunian juga seterusnya akan semakin menurun menurun," kata Tugas Dalam diskusi bertajuk pembukaan hotel isolasi mandiri dan pengaruhnya terhadap wisma atlet, Senin (5/10).

"Mudah-mudahan nanti sampai akhirnya bahwa tidak ada lagi yang di masukkan ke Wisma Atlet lagi. artinya mudah dan korona ini atau covid-19 selesai," lanjutnya.

Baca juga : Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia Tambah 4.140 Orang

Secara umum jumlah hunian di 4 tower RSD Wisma Atlet dalam kondisi hampir imbang. Dimana pada tower 4 dan 5 yang dikhususkan untuk pasien tanpa gejala sekitar 1.666 orang dan untuk pasien bergejala atau ringan serta sedang di tower 6 dan 7 kurang lebih 1.800 orang.

"Kita sudah pisahkan bahwa untuk yang tanpa gejala itu di tower 4 dan 5. Kemudian, yang bergejala itu adalah di Tower 6 dan Tower 7. Jumlahnya kira-kira hampir-hampir imbang lah di sana," sebutnya.

Dengan tingkat hunian saat ini, dibandingkan dengan sebelumnya jumlah huniannya lebih dari 2.000 pasien Covid-19.

“Sebelumnya kita melihat di tower 4 mau towet 5 ini jumlahnya masing-masing di atas 2.000 jadi cukup tinggi tapi saat ini kami lihat pagi ini sudah lebih rendah lagi huniannya," jelasnya.

Meskipun dia juga tak memungkiri, tingkat hunian masih fluktuatif dengan jumlah yang masuk namun dibandingkan dua minggu terakhir cenderung grafiknya menurun.

"Jadi ada flat kemudian ada landai menurun dan mudah-mudahan landai dan terusnya. Jadi menggambarkan bahwa ini ada suatu proses mudah-mudahan memang betul-betul mencerminkan di masyarakat juga penurunan. walaupun kita lihat jumlah penambahan kasus juga masih di Jakarta khususnya masih di atas 1.000," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT