05 October 2020, 16:56 WIB

OJK : BIK 2020 Fokus Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional


Despian Nurhidayat | Ekonomi

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) kembali menginisiasikan peluncuran Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Pada tahun ini, BIK fokus untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional selain dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan atau layanan jasa keuangan, serta mendorong akselerasi penambahan jumlah rekening maupun penggunaan produk atau layanan jasa keuangan.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito mengatakan kegiatan BIK akan dilakukan pada tanggal 1-31 Oktober 2020 di seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai macam program atau berbagai macam kegiatan literasi dan inklusi keuangan, serta perlindungan konsumen yang melibatkan kementerian atau lembaga (K/L), lembaga jasa keuanhan dan e-commerce.

"Berbagai kegiatan yang akan dilakukan antara lain penyaluran kredit pembiayaan kepada pelaku UMKM, pembukaan rekening berbagai penjualan produk jasa keuangan yang berinsentif seperti diskon, bonus, reward, cashback dan promo khusus," ungkapnya dalam acara peluncuran BIK 2020 secara daring, Senin (5/10).

Mempertimbangkan kondisi pandemi, lanjut Sarjito, BIK 2020 dilakukan secara virtual dan salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan ialah virtual expo bulan inklusi keuangan 2020.

Untuk itu, OJK juga menyatakan telah menyediakan laman khusus BIK sebagai sarana lembaga jasa keuangan, media platform e-commerce dan KL untuk mempromosikan berbagai promosi produk maupun kegiatan lain secara masif.

"Sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk tetap mendapatkan akses keuangan pada masa PSBB. Dapat kami sampaikan bahwa peserta yg tercatat mengikuti virtual expo BIK 2020, sebanyak kurang lebih 300 peserta yang terdiri dari K/L, lembaga jasa keuangan perbankan, perasuransian, pasar modal, pembiayaan, pegadaian, dana pensiun, fintech dan e-commerce," kata Sarjito.

Baca juga : Stafsus Menkeu: Rp22 Triliun untuk Jiwasraya Bukan Bail Out

Lebih lanjut, pada acara ini, OJK bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama juga meluncurkan program satu rekening satu pelajar sebagai salah satu implementasi dari diterbitkannya Keputusan Presiden nomor 26 tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap tanggal 20 Agustus sebagai upaya untuk menanamkan budaya menabung sejak dini.

Selain itu, selama BIK 2020, ditargetkan adanya pembukaan tabungan rekening pelajar di seluruh Indonesia sebanyak 500 ribu rekening, sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi OJK dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia.

"Akan diluncurkan pula buku seri literasi keuangan PAUD serta rebranding Keluarga Sigap sebagai maskot baru. Buku PAUD yang terdiri dari 4 buku bergambar dan buku panduan bagi guru dan orang tua ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep uang dan memperkenalkan kebutuhan dan keinginan, menumbuhkan kebiasaan gemar menabung serta menanamkan sikap perilaku berbagi dan peduli terhadap orang lain," ujarnya.

Sarjito juga menegaskan, dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, selama BIK 2020 akan didorong adanya pemulihan kredit atau pembiayaan kepada pelaku UMKM sebesar Rp2,8 triliun termasuk di dalamnya program kredit pembiayaan melawan renternir yang disinergikan dengan program tim percepatan akses keuangan daerah.

"Dengan adanya kegiatan BIK sebagai agenda nasional yang dilakukan secara berkesinambungan setiap bulan oktober setiap tahunnya, diharapkan akan semakin memperkuat komitmen dan dukungan setiap stakeholder untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan memantapkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan jasa keuangan," pungkas Sarjito. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT