05 October 2020, 14:37 WIB

Pengumpulan Dana Lewat Pasar Modal Capai Rp 77 Triliun


Fetry Wuryasti | Ekonomi

DIREKTUR Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawzi, menjelaskan pandemi tidak menyurutkan sisi supply dan demand. Sepanjang 2020 sampai Jumat (2/10), realisasi pengumpulan dana di pasar modal berjumlah total Rp 77,62 triliun. Kapitalisasi pasar modal sepanjang tahun 2020 hingga Jumat (2/10) tercatat Rp 5.730 triliun.

Ini berasal dari 46 perusahaan yang melantai di bursa melalui IPO, dengan total nilai pengumpulan dana sebesar Rp 5,32 triliun, dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) serta waran terkumpul Rp 6,16 triliun, terbitnya banyak sukuk baru terutama dari sisi korporasi yang di tengah pandemi membutuhkan alternatif pendanaan yaitu obligasi/sukuk yang terbit sebanyak 83 emisi dengan total pengumpulan dana Rp 65,74 triliun. Dari penerbitan Efek Beragun Aset (EBA) terkumpul dana Rp 451,25 miliar.

"Sudah lebih dari Rp 77 triliun (Rp 77,62 triliun) pengumpulan dana yang berhasil dilakukan di pasar modal Indonesia," kata Hasan dalam Media Workshop Perbankan Syariah dengan tema "Memacu Literasi Keuangan Syariah Mendorong Pemulihan Nasional", secara virtual, Senin, (5/10).

Baca juga : Pasar Fokus pada Sentimen dari AS

Di tengah masa pandemi, memang pasar modal di Indonesia mengalami tekanan, baik konvensional maupun syariah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hingga -21%.

Namun untuk penggemar investasi jangka panjang 10 tahun, dari kinerja per (1/10) IHSG masih memberikan potensi keuntungan yang cukup tinggi yaitu 96,11%, masih di atas pasar modal Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

"Gejolak saham yang dialami pasar modal seluruh dunia termasuk IHSG tertekan paling dalam saat Maret lalu, kemudian bertahap mengalami pemulihan sampai Oktober ini kembali pada level 4.900an," tukas Hasan. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT