05 October 2020, 14:20 WIB

Paris Siaga Korona, Restoran Tetap Buka


Nur Aivanni | Internasional

Restoran di Paris akan diizinkan untuk tetap buka dengan batasan yang diperketat ketika kota itu berada dalam status siaga virus korona. Namun, bar dan kafe tampaknya akan tutup berdasarkan aturan baru, yang ditetapkan akan berlangsung setidaknya 15 hari.

Walikota Paris Anne Hidalgo dan kepala polisi ibu kota Didier Lallement akan menjelaskan kondisi tersebut pada Senin (5/10).

Untuk diketahui, Prancis melaporkan hampir 17.000 kasus virus korona pada hari Sabtu saja, jumlah harian tertinggi sejak negara itu memulai pengujian covid-19 yang luas. Angka dari badan kesehatan regional ARS menunjukkan kasus virus korona tetap di atas 250 per 100.000 orang di Paris.

Baca juga: Dokter Sebut Kasus Covid-19 Trump Cenderung Parah

Ambang batas tersebut memicu protokol siaga maksimum. Pasien virus korona sekarang menempati lebih dari 30 persen tempat perawatan intensif di wilayah Paris.

"Tidak ada pembenaran untuk penyangkalan," kata direktur kesehatan wilayah Paris Aurelien Rousseau pada Minggu. "Angka-angka itu adalah apa adanya, dan mereka sangat membebani," katanya.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengakui bahwa penutupan bar dan kafe akan sulit bagi semua orang yang berkepentingan. "Kami orang Prancis, kami suka minum, makan, hidup, tersenyum, dan saling mencium," katanya pada Minggu (4/10).

"Tapi kami juga melakukan ini karena masyarakat menginginkan kami," tambahnya.

Stasiun televisi BFM pada Minggu menerbitkan jajak pendapat yang mengatakan bahwa 61 persen orang yang tinggal di Paris dan pinggiran kota mendukung penutupan total bar, yang saat ini diizinkan untuk tetap buka sampai pukul 10 malam.

Restoran telah menyarankan pembatasan sukarela seperti mencatat alamat rumah tamu mereka dan membatasi jumlah orang di setiap meja.

Kota-kota besar Prancis lainnya termasuk Lille, Lyon, Grenoble dan Toulouse juga berada di dekat ambang batas siaga dan tindakan serupa dengan yang ada di ibu kota juga bisa mereka lakukan.

Lebih dari 32.000 orang telah meninggal akibat covid-19 di Prancis dengan 49 kematian lainnya pada Sabtu. (AFP/H-3)

BERITA TERKAIT