05 October 2020, 13:57 WIB

Transformasi Polbangtan Banjarbaru, Energi Baru SDM Pertanian


mediaindonesia.com | Ekonomi

Program Food Estate mendapat jaminan energi baru di lini Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, SMK PP Banjarbaru kini bertransformasi menjadi Polbangtan Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Spesialisasinya pengembangan pertanian berbasis lahan rawa, menguatkan SDM pertanian kompeten, Polbangtan Banjarbaru siap membuka pendaftaran mahasiswa baru pada tahun ajaran 2021.

“Program Food Estate terus mendapatkan penguatan SDM yang kompeten. Untuk jangka panjang, akan ada banyak SDM berkulitas yang mendukung keberlanjutan dan pengembangan program ini. Transformasi SMK menjadi Polbangtan Banjarbaru punya fungsi strategis. Menjadi pusat studi dan penyedia tenaga pertanian handal,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kepastian transformasi SMK PP menjadi Polbangtan Banjarbaru disampaikan dalam audiensi yang digelar Sabtu (3/10). Audiensi dilakukan antara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dengan akademika SMK PP Banjarbaru.

Baca Juga: BPPSDMP Kementan Siap Kawal Pendampingan di Kawasan Food Estate

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan kampus basis inovasi teknologi pertanian. “Kampus itu basis penting bagi pengembangan inovasi dan teknologi pertanian. Apalagi, Polbangtan Banjarbaru nantinya memfokuskan diri pada pertanian berbasis rawa. Lahan di sini memang didominasi rawa atau gambut. Potensi yang ada ini tentu harus lebih dioptimalkan lagi. Agar memberi manfaat bagi kesejahteraan secara ekonomi,” papar Dedi.

Dijelaskannya secara umum, Indonesia memiliki luas lahan rawa  potensial sekitar 34,1 juta hektare (ha). Lahan ini menyebar di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi. Khusus untuk Kalsel, wilayah ini memiliki lahan rawa sekitar 103,56 ribu ha. Dari total luas yang ada, sekitar 20 ribu ha lahan rawa berpotensi untuk pertanian. Lalu, 10 juta ha lahan rawa bisa langsung ditanami pertanian dengan potensi hortikultura, perkebunan, dan peternakan itik.

“Program Food Estate terus mengalami penguatan jangka panjang salah satunya melalui Polbangtan Banjarbaru. Kalsel ini memiliki potensi kualitas pengembangan lahan rawa tertinggi di Indonesia. Jadi sudah seharusnya kalau itu dioptimalkan dan salah satu dukungannya dari ketersediaan SDM-nya,” terang Dedi.

Baca Juga: BPPSDMP Kementan Perkuat Peran Kostratani

Menguatkan pertanian berbasis lahan rawa, beragam penyempurnaan diberikan oleh Polbangtan Banjarbaru. Kampus baru ini akan dilengkapi dengan laboratorium dan pusat praktek yang lengkap. Untuk dosennya juga dipilih berkualitas.

“Kelengkapan sarana prasarana sudah dijamin Kementan, termasuk anggarannya. Semuanya tentu akan diupgrade, termasuk tenaga pengajarnya. Untuk guru SMK PP Banjarbaru akan dilibatkan sebagai dosen, tentunya dengan penyesuaian akademisinya. Sebab, Polbangtan Banjarbaru harus menghasilkan alumni mandiri. Terus mendukung kelangsungan program Food Estate di masa mendatang,” jelas Dedi lagi.

Dikembangkan menjadi kampus, Kepala SMK-PP Banjarbaru, Budi Santoso juga menjelaskan Polbangtan Banjarbaru akan memulai proses penerimaan mahasiswa baru pada tahun ajaran 2021. Ada 3 Program Studi yang ditawarkan. Sebut saja, Budi Daya Hortikultura, Budi Daya Perkebunan, juga Teknologi Pengolahan Hasil. Semua Program Studi (Prodi) yang dikembangkan Polbangtan Banjarbaru tetap berbasis lahan gambut/rawa.

“Silahkan bergabung di Polbangtan Banjarbaru tahun depan. Kampus ini memiliki masa depan cerah, apalagi lahan pertanian di Kalsel sangat menjanjikan. Program studi yang ditawarkan semuanya tetap adaptif terhadap lahan gambut/rawa,” tegas Budi. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT