05 October 2020, 13:54 WIB

Sapa Pendukung Saat Idap Covid-19, Trump Dikritik


Faustinus Nua, Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SETELAH dinyatakan positif covid-19, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dirawat di Pusat Medis Walter Reed. Namun pada Minggu waktu setempat, dia menyapa pendukungnya yang berkumpul di luar rumah sakit.

Sikap Trump pun menuai kritik dari komunitas medis, lantaran berisiko menularkan virus. Trump terlihat melambai dari kursi belakang SUV hitam. Dengan mengenakan masker, dia mengamati pendukungnya yang bersorak dan mengibarkan bendera AS serta spanduk pro-Trump.

Kritikan terhadap Trump juga datang dari seorang dokter yang bertugas di Walter Reed. Kalangan medis menekankan bahwa langkah Trump melanggar pedoman kesehatan publik.

Baca juga: Selama Dirawat, Trump Tetap Temui Pendukungnya di Depan RS

Pasien covid-19 seharusnya diisolasi saat menjalani perawatan. Ketika Trump keluar, dia bisa membahayakan tim pasukan pengamanan.

"Setiap orang di dalam kendaraan selama 'drive-by' Presiden itu harus dikarantina selama 14 hari," pungkas James Phillips, asisten profesor kedokteran darurat di Universitas George Washington.

Ketua Departemen Etika Medis dan Kebijakan Kesehatan Universitas Pennsylvania Zeke Emanuel menilai kemunculan Trump sebagai hal memalukan.

Baca juga: Presiden Trump dan Ibu Negara AS Positif Covid-19

“Bagaimana bisa pasukan keamanan mengemudi dengan pasien covid-19. Jendela mobil juga terbuka. Mereka berisiko terinfeksi virus,” ujar Zeke melalui akun Twitter.

Pasien yang terinfeksi covid-19 umumnya diwajibkan karantina selama 14 hari. Karantina penting agar pasien positif tidak menularkan virus ke orang lain. Mengingat, covid-19 telah membunuh lebih dari 200 ribu warga AS.

Akan tetapi, tim medis Trump menyebut kondisinya terus membaik. Trump bahkan bisa kembali ke Gedung Putih pada Senin waktu setempat. Sebab, semua peralatan dan tim medis sudah disiapkan di gedung putih untuk perawatan.

Baca juga: FDA Perketat Standar Vaksin Covid-19, Trump Geram

Sejumlah dokter menilai Trump terus mengonsumsi remdesivir sebagai obat antivirus selama lima hari. Presiden juga menggunakan antibody cocktail dari Regeneron Pharmaceuticals.

Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien menyatakan Trump tidak berencana mengalihkan kekuasaan untuk sementara waktu kepada orang lain.

"Rencana itu tidak ada di atas meja pada saat ini. Tapi, kami selalu bersiap. Bagaimana pun kami memiliki Wakil Presiden AS yang hebat. Kami memiliki pemerintahan yang kokoh," ujar O’Brien.(CNA/WashingtonTimes/OL-11)

BERITA TERKAIT