05 October 2020, 12:18 WIB

BAKTI Kominfo Pacu Infrastruktur TIK


mediaindonesia.com | Humaniora

BADAN Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serius mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dua provinsi nusa tenggara, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan infrastruktur itu merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk mendukung akselerasi digital nasional. Mengingat, banyak daerah atau desa/kelurahan di kedua provinsi tersebut yang belum terjangkau jaringan 4G atau akses internet cepat seperti WIFI, secara khusus di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang menjadi wilayah kerja BAKTI.

“Ada 70 desa di NTB yang akan BAKTI bangun BTS 4G, ada 35 site pada Tahun 2020 dan sisanya 35 site pada Tahun 2021” kata Menteri Kominfo Johnny G Plate saat melakukan kunjungan kerja ke NTB dan NTT, pada Kamis dan Jumat (24-25/9).

Adapun untuk provinsi NTT sendiri ada 645 desa/kelurahan yang belum terjangkau sinyal 4G. Sebanyak 542 desa berada di wilayah 3T dan 103 desa berada di wilayah komersial atau non-3T.

Johnny mengatakan wilayah 3T merupakan tugas BAKTI untuk berbakti kepada negeri. Sebab, dalam upaya mencapai akselerasi digital, akses internet sangat penting untuk mendukung tugas pelayanan pemerintah desa/kelurahan, pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah 3T.

Sehingga, di wilayah-wilayah tersebut, pihaknya telah mempersiapkan pembangunan yang ditargetkan akan dituntaskan pada akhir 2022 hingga awal 2023. Untuk wilayah non-3T atau komersil, pemerintah bekerja sama dengan operator selular untuk turut berkontribusi membangun infrastruktur tersebut.

Direktur BAKTI Kominfo Anang Latif menyampaikan pihaknya mendapat tugas dari kementerian untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur TIK termasuk base transceiver station (BTS) atau tower pemancar sinyal 4G. Untuk wilayah NTB, BAKTI telah melakukan survei untuk persiapan pembangunan 35 BTS, sedangkan di NTT sebanyak 421 BTS untuk tahun 2021.

“Bahkan sebelum awal 2023 atau akhir 2022 harus sudah selesai. Jadi kami bisa menawarkan kerja sama dengan operator selular yang akan mengoperasikan BTS,” ucap Anang.

Untuk itu, Anang meminta dukungan semua pihak, khususnya para kepala daerah di NTB dan NTT guna memastikan pembangunan BTS berjalan sesuai rencana. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT