05 October 2020, 11:17 WIB

Presiden Tekankan Tiga Transformasi di Tubuh TNI


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menekankan pentingnya transformasi, mulai dari sisi organisasi, teknologi hingga personel, di dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal tersebut harus dilakukan untuk bisa mengimbangi perubahan dunia yang sangat cepat, untuk mengantisipasi ancaman-ancaman yang berbagai rupa terutama yang mengandalkan kekuatan teknologi.

Dari segi organisasi, Jokowi melihat sudah banyak perubahan yang dilakukan di dalam tubuh TNI. Hal itu ditandai dengan dibentuknya satuan-satuan baru untuk mendukung kebutuhan konsolidasi demokrasi.

"Telah dibentuk divisi-divisi tempur baru seperti Divisi 3 Kostrad. Komando Operasi 3 AU, Armada 3 AU dan Pasukan Marinir Ketiga. Telah dibentuk juga kekuatan gabungan TNI terutama 3 Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan 3 Skuad Drone AU dan Satuan Saber TNI," ujar Jokowi dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 TNI di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/10).

Adapun, dari sisi teknologi, presiden melihat masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Untuk melakukan transformasi teknologi, pemerintah dan TNI harus lebih dulu mengubah kebijakan-kebijakan yang ada.

"Kita harus sungguh-sunggu mengubah kebijakan kita dari kebijakan belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan. Kebijakan investasi pertahanan itu berpikir jangka panjang yang sitematis yang dirancang secara konsisten dan berkelanjutan. Hanya melalui itu TNI akan mampu jadi kekutan perang modern," jelas mantan wali kota Solo tersebut.

Transformasi teknologi merupakan salah satu perubahan krusial yang wajib dilakukan segera. Pasalnya, di masa depan, medan pertempuran akan berubah. Pertempuran akan berjalan lebih singkat namun bedaya hancur lebih kuat

"Akan ada pertempuran hibrida yang menggabungkan berbagai taktik sekaligus, baik konvensional dan nonkonvensional, dengan taktik lintas dimensi seperti sosial, politik dan ekonomi," terang Jokowi.

Yang terakhir, transformasi yang diminta kepala negara adalah transformasi personel. Tanpa adanya personel yang mumpuni, perubahan yang sudah dilakukan di sisi organisasi dan teknologi tidak akan membawa manfaat secara signifikan.

"Transformasi organisasi dan teknologi harus didukung transformasi personel yang pokok, baik untuk operasi militer perang dan operasi militer selain perang," tuturnya.

baca juga: Wapres Minta TNI Ikut Memutus Mata Rantai Penyebaran Virus Korona

Untungnya, menurut Jokowi, upaya tersebut dirasa tidak akan sulit lantaran saat ini telah tertanam karakter pejuang yang sangat kuat di dalam tubuh seluruh prajurit TNI.

"Kita hanya perlu memastikan itu terus melekat di manapun prajurit berada. Mereka harus selalu siap bersinergi, bekerja sama dengan berbagai elemen bangsa karena sinergi adalah kunci untuk membangun kekuatan pertahanan yang efektif," ucapnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT