05 October 2020, 08:52 WIB

Realisasi Anggaran Belanja PUPR Baru 60%


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PAGU anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2020 sebesar Rp87,61 triliun. Namun realisasi anggaran baru mencapai Rp52,08 triliun atau sebesar 60%.

"Pada masa pandemi covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat turunnya investasi, demikian juga ekspor impor. Satu-satunya yang menunjang pertumbuhan ekonomi adalah belanja infrastruktur," kata Menteri PUPR Basuki  Hadimuljono  dalam keterangan resminya, Minggu (4/10).

Belanja infrastruktur PUPR yang dimaksud adalah pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, sistem air minum, penataan kawasan, infrastruktur di kawasan strategis pariwisata, dan rumah masyarakar berpenghasilan rendah (MBR). Untuk mitigasi dampak covid-19, Basuki menuturkan pihaknya melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) melalui 16 program dengan anggaran sebesar Rp12,32 triliun. Program tersebut di antaranya untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya.

Di samping itu juga dialokasikan anggaran sebesar Rp1,36 triliun untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berupa perluasan Program Padat Karya. Yakni revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 km dengan anggaran Rp1 triliun. Lalu, pembelian produk rakyat berupa material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100.000 Ton sebesar Rp200 milar, modular RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) sebanyak 4.700 unit senilai Rp125,04 miliar, Modular RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) 250 unit senilai Rp5,28 miliar,

baca juga: Koneksi Internet Bantu Pendidikan dan Perekonomian Kupang

PUPR juga melakukan pembelian karet petani di Provinsi Bengkulu senilai Rp20 miliar, pengadaan alat Light Weight Deflectometer (LWD) 33 unit senilai Rp5 miliar yang digunakan untuk menguji kekuatan struktur tanah dasar/granular secara semi otomatis dan portable. Sehingga mudah dibawa ke lokasi proyek yang masih sulit diakses. Selain itu untuk konektivitas, PUPR mengalokasikan anggaran untuk pembelian karet petani sebanyak 11.338 ton senilai Rp100 miliar dan pembelian Resin Ester 790,42 ton sebesar Rp25 miliar. (OL-3)

BERITA TERKAIT