05 October 2020, 08:23 WIB

Hadapi Demo Buruh, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR


Siti Yona Hukmana | Megapolitan

DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat. Pengalihan arus dilakukan imbas demo buruh menolak Omnibus Law atau Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

"Rekayasa lalu lintas diberlakukan situasional," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada Medcom.id, Senin (5/10).

Pengalihan arus lalu lintas yang diterapkan di sekitar gedung DPR/MPR, yakni mulai arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda arah Jalan Gatot Subroto diputar balik di Doorbrak depan pintu 10 mengarah Jalan Gerbang Pemuda kembali. Arus lalu lintas dari tol dalam kota yang akan keluar di offramp Pulau Dua diluruskan ke arah Tol Tomang. Arus lalu lintas dari Jalan Palmerah Timur arah Jalan Gelora diluruskan ke Jalan Tentara Pelajar.

Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda arah Jalan Gelora dibelokkan ke kiri Jalan Asia Afrika.

"Jadi, hindari Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Gelora, Jalan Palmerah Timur, dan Jalan Gatot Subroto," imbau Sambodo.

Unjuk rasa itu rencananya akan dihadari oleh buruh dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) secara masif. Belum diketahui waktu pelaksanaan demo. Namun, polisi siap berjaga mengantisipasi kedatangan massa. 

baca juga: Perlindungan Pekerja Korban PHK Dijamin

Sebelumnya, puluhan pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyepakati untuk melakukan mogok nasional sebagai bentuk penolakan terhadap omnibus law. Kesepakatan ini diambil setelah rapat bersama di Jakarta pada Minggu (27/9). Presiden KSPI Said Iqbal menyebut rapat dihadiri perwakilan 32 federasi serikat pekerja. Lalu, federasi lain seperti Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas) yang beranggotakan 17 federasi.

Mogok nasional ini akan diikuti kurang lebih 5 juta buruh secara serentak di ribuan perusahaan di 25 provinsi dan 300 kabupaten/kota. Para buruh meliputi pekerja di berbagai sektor industri seperti kimia, energi, pertambangan, logistik dan perbankan. Mogok nasionak dilakukan 6-8 Oktober. (OL-3)

BERITA TERKAIT