05 October 2020, 06:47 WIB

Pemburuan DPO Dilanjutkan Polres Pekalongan


RO/Micom | Nusantara

ANGGOTA Polresta Pekalongan mendapat tongkat estafet menangkap buronan pemalsuan merek Lois berinisial IM. Sebelumnya, selama sepekan anggota Polda Sulawesi Selatan mencari IM di Pekalongan dan Batang, Jawa Tengah.

Syahrial, pelapor kasus ini yang juga turut mendampingi anggota Polda Sulsel, Minggu (4/10) mengatakan, IM diduga kuat berada di Pekalongan, tempat asal-usulnya.

Anggota Polda Sulsel pun sudah empat kali terbang ke Pekalongan. Namun, mereka kembali pulang ke Makassar dengan tangan hampa. "Agar lebih efektif, penyidik Polda Sulsel telah meminta bantuan secara resmi kepada penyidik Polresta Pekalongan untuk melanjutkan upaya penangkapan," kata Syahrial.

IM ditetapkan sebagai buronan oleh Polda Sulsel berdasarkan lembaran Daftar Pencarian Orang Nomor:  DPO/04/IV/2020/Ditreskrimsus, yang diterbitkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan pada April 2020. Polda Sulsel memulai penyidikan kasus ini berdasarkan laporan Syahrial dari PT Intigarmindo Persada, pemegang merek Lois selaku pihak yang dirugikan oleh aksi pemalsuan merek yang diduga dilakukan tersangka.

“Tadi saya menerima informasi bahwa tiga penyidik Polda Sulsel telah kembali ke Sulsel. Nah upaya penangkapan dilanjutkan Polresta Pekalongan, karena sudah dimintai bantuan secara resmi,” ungkap Syahrial.

IM  diduga kuat bersembunyi di Pekalongan. Tersangka juga memproduksi dan memalsukan celana jean merek Lois di Pekalongan dan menjualnya di Sulawesi Selatan. Tersangka sebelumnya diburu sejak April 2020 di Sulawesi Selatan dan tidak ditemukan karena berpindah-pindah tempat hingga akhirnya melarikan diri ke Pekalongan.

“Tentu penyidik Polresta Pekalongan lebih memahami seluk beluk daerah Pekalongan dan sekitarnya sehingga akan lebih efektif untuk menangkap tersangka,” lanjut Syahrial.

Syahrial juga mengaku telah mendapat sejumlah informasi dari penyidik Polresta Pekalongan. “Tinggal tunggu waktu saja tersangka akan tertangkap karena upaya penangkapan dilakukan tidak saja oleh penyidik Polda Sulsel melainkan juga penyidik Polresta Pekalongan,” kata Syahrial. (J-1)

 

BERITA TERKAIT