05 October 2020, 06:40 WIB

Ayo, Jangan Kendur Gunakan Masker


Deden MR | Humaniora

SEBANYAK 25 personel TNI-Polri yang duduk di atas sepeda melempar senyum kepada warga dan pengendara yang melintas di sepanjang Jalan S Parman hingga Jalan Safir Raya, Jakarta Barat, kemarin.

Mereka merupakan personel dari Kodim 0503/Jakarta Barat dan Polres Metro Jakarta Barat yang kebetulan bertugas untuk melaksanakan patroli terkait dengan protokol kesehatan saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid 2 diterapkan di Ibu Kota.

Petugas ingin memastikan masyarakat peduli keselamatan selama pandemi covid-19, semisal tidak berkerumum, menjaga jarak, dan memakai masker.

Dalam patroli itu, petugas TNI/Polri juga selalu mengimbau dan memberikan edukasi tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan. “Jangan lupa pakai masker. Tetap disiplin, Pak, Bu,” ucap petugas.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru yang ikut memonitor kegiatan bersama Dandim 0503/JB Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki mengatakan, patroli rutin mingguan dengan sepeda bertujuan melihat langsung bagaimana masyarakat menerapkan protokol kesehatan, sekaligus untuk meningkatkan imunitas personel melalui olahraga.

Audie menambahkan, dalam kegiatan patroli tersebut, petugas masih menemukan segelintir orang yang tidak tidak memakai masker.

Warga itu kemudian didekati dan diberikan imbauan agar bersedia mengenakan masker. “Patroli bersepeda ini lebih mendekatkan dengan masyarakat. Ini juga merupakan wadah sinergi kami antara TNI-Polri,” kata Audie.

Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan di jalan raya lebih baik ketimbang di pusat keramaian seperti pasar. Misalnya, di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pantauan Media Indonesia, kemarin, masih terlihat kerumunan antara pembeli dan penjual di area jalur setapak pasar. Bahkan, banyak pedagang tampak santai bercakap-cakap tanpa mengenakan masker sembari menawarkan dagangannya kepada pengunjung pasar.

Soal penggunaan masker, para pedagang pasar terpantau banyak yang menggantungkan maskernya di leher dan dagu. Sementara itu, pembeli tampak jauh lebih disiplin. Namun, soal pembatasan fisik, mereka masih abai.

Ilham, 27, salah satu pedagang yang beraktivitas tanpa masker, mengaku tak tahu sudah banyak pedagang pasar, bahkan pembeli yang menjadi korban keganasan covid-19. “Biasanya pasar enggak seramai sekarang. Memang hari Minggu jadi ramai yang beli kebutuhan sehari-hari,” ujar Ilham.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim telah mengatur jalur lalu-lalang di pasar demi menghindari kerumunan yang berpotensi jadi klaster baru. Namun, faktanya aktivitas pasar rakyat masih terpantau abai protokol kesehatan. (Deden MR/Yakub PW/J-2)

BERITA TERKAIT