05 October 2020, 05:16 WIB

Polri Segera Tetapkan Tersangka Kebakaran Kejagung


Faj/Ant/P-2 | Politik dan Hukum

BADAN Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri segera mengumumkan tersangka terkait dengan kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung. Sejauh ini, Polri telah memanggil 11 saksi, termasuk petugas kebersihan yang disebut memiliki rekening gendut Rp100 juta.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan Polri tengah menganalisis dan mengevaluasi setelah melakukan gelar perkara dengan jaksa peneliti. Ia berharap secepatnya bisa rampung dan tersangka bisa ditetapkan.

Namun, Awi tidak memerinci kapan akan menetapkan tersangka itu. Ia mengatakan hingga kini masih menunggu hasil penyidikan. “Insya Allah (umumkan tersangka). Sabar, kita tunggu saja informasi dari penyidik,” kata Awi ketika dihubungi, Sabtu (3/10).

Menurut Awi, meski ber edar informasi mengenai keterlibatan pihak tertentu dalam kebakaran itu, Polri perlu menggali lagi dan mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi.

“Tentu itu akan menjadi masukan, tapi kita tunggu saja hasilnya nanti dari penyidik,” kata Awi.

Sebelumnya, Polri menyebut kebakaran yang terjadi di Kejaksaan Agung pada Sabtu (22/8) malam itu berasal dari lantai 6 dan diduga disebabkan open flame (nyala api terbuka). Artinya, amat mungkin ada kesengajaan.

Pelaku nantinya bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan/atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun.

Dalam rapat kerja dengan Jaksa Agung, Kamis (24/9), anggota Komisi III Arteria Dahlan meminta klarifikasi tentang petugas kebersihan yang menjadi saksi insiden kebakaran di Gedung Utama Kejagung.

Arteria menyebut terdapat informasi bahwa petugas kebersihan itu selalu didampingi anak buah mantan jaksa agung muda dalam setiap pemeriksaannya.

Kemudian terungkap petugas kebersihan tersebut me- miliki rekening dengan jumlah mencurigakan, yakni sebesar Rp100 juta. Kepolisian tengah menyelidiki, termasuk salah satunya dengan meminta rekening koran petugas cleaning service tersebut langsung ke bank terkait.

Awi mengatakan penyidik terus mengumpulkan alat bukti yang ada. Dengan begitu, pihaknya bisa menyimpulkan apakah petugas kebersihan yang punya akses ke lantai 6 Kejagung itu terlibat atau tidak. (Faj/Ant/P-2)

BERITA TERKAIT