05 October 2020, 04:15 WIB

Saudi Jamin Umrah dengan Protokol Ketat


Bay/Hym/Arab News/X-3 | Humaniora

SETELAH sekitar enam bulan menutup Masjidil Haram, Mekah, untuk aktivitas ibadah umrah karena pandemi covid-19, Kerajaan Arab Saudi
kembali membuka pintu bagi pelaksanaan ibadah umat Islam tersebut.

Hal itu dikemukakan Presiden Umum Urusan Dua Masjid Suci, Abdulrahman Al-Sudais, sebagaimana dilansir Arab News, kemarin.

“Ibadah umrah tetap mematuhi tindakan pencegahan pandemi berdasarkan persetujuan Raja Salman. Persetujuan kerajaan mencerminkan ketajaman kepemimpinan Saudi untuk memastikan keamanan pengunjung masjid suci atas keinginan umat Islam untuk umrah,” kata Al Sudais.

Untuk menyambut para jemaah umrah pertama yang tiba kemarin, ratusan kamera termal ditempatkan di seluruh pintu masuk dan di dalam Masjidil Haram guna memantau suhu tubuh mereka.

Otoritas Saudi menyiapkan diri untuk menerima jemaah umrah dengan tindakan pencegahan ketat. Sekitar 1.000 karyawan dilatih untuk memantau ibadah umrah. Masjidil Haram dibersihkan 10 kali sehari, yang dilanjutkan dengan pembersihan area yang lalu lintasnya tinggi, termasuk air mancur, karpet, dan kamar mandi.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali saat dihubungi Media Indonesia mengonfirmasi bahwa ibadah umrah sudah dibuka bagi masyarakat Saudi di dalam negeri. “Umrah bagi jemaah luar negeri direncanakan dibuka 1 November. Jadi, masih menunggu rekomendasi pemerintah Saudi.”

Sementara itu, kemarin, ratusan jemaah umrah pertama memasuki Masjidil Haram pada pukul 06.00 waktu setempat setelah mendaftar melalui aplikasi Eatmarna Kementerian Haji dan Umrah Saudi.“Untuk menampung kuota 6.000 jemaah haji per hari, Saudi menyiapkan lima titik pertemuan di antaranya situs Al-Gaza, Ajyad, dan Al-Shasha,” lapor Arab News. (Bay/Hym/Arab News/X-3)

BERITA TERKAIT