05 October 2020, 06:20 WIB

Digitalisasi Jaga Eksistensi UMKM


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PENELITI Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Siti Alifah Dina mengingatkan pemerintah untuk mempercepat upaya digitalisasi pada kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terbukti, digitalisasi menjadi salah satu upaya yang dapat membantu UMKM bertahan dan bahkan bisa bangkit di masa pandemi covid-19.

“Usaha mikro perlu meng­adopsi strategi baru untuk menjaga produktivitas dan mempertahankan pendapatan mereka di tengah covid-19,” ujarnya, kemarin.

Penetrasi penjualan secara digital, sambung Dina, bisa menjadi strategi utama karena dapat memperluas jangkauan pasar. Lewat dunia digital pula, promosi produk dapat sangat leluasa di tengah kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menetapkan batas 50% untuk kapasitas toko dan pengurangan jam operasi.

Namun sayangnya, tingkat digitalisasi hingga kini masih rendah. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, per Juni 2020, dari 64 juta UMKM yang ada di Indonesia, baru 13% atau 8 juta UMKM yang menggunakan platform digital seperti marketplace dan media sosial untuk mempromosikan dan menjual produknya.

Di kesempatan berbeda, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mendorong pelaku UMKM untuk berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi.

“Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang,” kata Basuki dalam keterangan resminya, Sabtu (3/10).

Ia mengatakan pihaknya mendapat tambahan anggaran Rp1,36 triliun untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, yang antara lain digunakan untuk membeli produk UMKM sebesar Rp362,47 miliar.

BI gelar KKI

Sementara itu, Bank Indonesia juga akan menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) pada 7-9 Oktober mendatang guna mendukung pengembangan UMKM Tanah Air. KKI seri kedua kali ini mengambil tema Sinergi untuk UMKM digital.

“Pergelaran KKI 2020 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memajukan UMKM nasional di tengah pandemi covid-19. Kita meyakinkan bersama untuk memajukan UMKM sebagai sumber pertumbuhan dan kekuatan ekonomi kita,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo.

KKI 2020 akan melibatkan 377 UMKM binaan Bank Indonesia, terdiri atas 127 perajin kain, 132 perajin makanan dan minuman, 74 pelaku karya, dan 44 UMKM kopi. (Ins/E-2)

 

BERITA TERKAIT