05 October 2020, 02:05 WIB

Tekan Penularan Covid-19, Sumut Kerahkan Ratusan Relawan


Yoseph Pencawan | Nusantara

PENGERAHAH relawan untuk mengedukasi dan menyosialisasikan bahaya Covid-19 dan protokol kesehatan ke tengah masyarakat diyakini akan mampu membantu menekan penularan virus.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, Pos Gabungan Pencegahan Covid-19 BNPB di Kota Medan mulai membentuk relawan yang akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah. "Para relawan sudah mulai dilatih sejak 23 September lalu di Aula Universitas Sari Mutiara," ungkapnya, Minggu (4/10).

Peserta pelatihan adalah masyarakat umum dengan berbagai latar belakang yang berasal dari Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang (Mebidang). Ketiganya saat ini merupakah daerah penyumbang kasus positif Covid-19 terbanyak di Sumut.

Pelatihan dilakukan selama 10 hari di mana per harinya ada 200 relawan yang mengikuti kelas. Mereka dibekali dengan pengetahuan dasar protokol
kesehatan dan kemampuan komunikasi publik. Para relawan juga dilatih penggunaan sistem pelaporan melalui aplikasi untuk update kegiatan yang dilakukan di lingkungan masing-masing.

Usai mengikuti pelatihan mereka akan terjun ke tengah masyarakat guna memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya Covid-1 dan penegakan protokol kesehatan.

"Pandemi ini harus dihadapi bersama-sama, tidak bisa bekerja sendiri. Para relawan itu sangat berarti bagi kami Pemerintah Provinsi Sumut. Mereka adalah perpanjangan tangan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dalam penanganan Covid-19," papar Edy.

Terlebih, Sumut saat ini masuk dalam sembilan provinsi yang menjadi prioritas penanganan Covid-19 secara nasional. Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan merinci, secara umum, penanganan Covid-19 di provinsinya sudah mulai membaik.

Hal ini dibuktikan dengan angka kesembuhan pasien Covid-19 yang meningkat dari 34,39% pada 31 Juli 2020 menjadi 60,28% pada 20 September 2020. Angka kematian juga berhasil diturunkan dari 4,49% pada 31 Juli 2020 menjadi 4,25% pada 21 September 2020.

Kemudian ratio positivity rate atau persentase positif dari hasil pemeriksaan juga berkurang dari 17,51% pada 31 Juli 2020 menjadi 13,46% pada 21 September 2020. "Tapi memang angka kesembuhan kita masih sekitar 60%, sedangkan nasional itu sekitar 71%," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT