05 October 2020, 01:35 WIB

Waspadai Munculnya Fenomena La Lina


Lilik Darmawan | Humaniora

STASIUN Meteorologi BMKG Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) meminta masyarakat dua wilayah Jateng bagian selatan untuk waspada terhadap kemunculan fenomena La Nina. Fenomena tersebut ditandai tingginya curah hujan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Bahkan, ada potensi juga angin puting beliung dan hujan es.

Pengamat cuaca BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan bahwa fenomena La Nina merupakan gangguan atmosfer global saat suhu muka air laut di Samudra Pasifik lebih dingin jika dibandingkan dengan kondisi normal. Di sisi lain, suhu permukaan air laut di wilayah  perairan Indonesia lebih hangat kalau dibandingkan dengan kondisi normal.

"Dengan suhu permukaan air laut yang hangat, maka akan memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih tinggi daripada normalnya. Sehingga potensi hujan juga semakin tinggi," jelas Rendi, Minggu (4/10).

Dengan kondisi tersebut, maka dapat memicu adanya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. "Apalagi nanti pada puncak musim penghujan, curah hujan diperkirakan akan semakin lebat. Karena itulah, kami mengimbau kepada masyarakat dan pemkab di wilayah Jateng selatan untuk siap siaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana," katanya.

Menurutnya, pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan  seperti sekarang juga perlu kewaspadaan adanya puting beliung dan petir. "Pada masa transisi, ada  pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi memunculkan puting beliung dan petir," tambahnya. (R-1)

BERITA TERKAIT