05 October 2020, 01:20 WIB

Penanganan Covid-19 di NTT Butuh Kerja Sama Lintas Kabupaten


Palce Amalo | Nusantara

EPIDEMIOLOG dari Unicef Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), Ermi Ndoen mendorong pemerintah kabupaten dan kota yang berada di NTT menyatukan langkah untuk bersama-sama menangani dan mencegah penyebaran Covid-19.

"Dengan posisi kepulauan, ada barrier alam untuk melindungi NTT dari  serangan Covid-19 selama mobilitas orang bisa dipantau secara baik.  Karena itu, kerja sama lintas wilayah antarpemerintah daerah berbasis pulau untuk menyatukan langkah dalam penanganan pandemi Covid-19 merupakan langkah strategis untuk perlu makin diperkuat," katanya di Kupang, Minggu (4/10).

Menurutnya, selama ini ada tiga pintu masuk pelaku perjalanan ke NTT yang kemudian menyebarkan virus korona di daerah tersebut, yakni Flores sebesar 62%, Timor 25%, Sumba 12%, Sumba 12% dan tiga pulau lagi menyumbang 1% yakni Rote Ndao, Alor dan Lembata.

Karena itu, menurut Ermi, pengawasan terhadap mobilitas orang di pintu-pintu masuk tersebut, dengan skrining ketat dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan jaringannya menjadi salah satu benteng pertahanan  Covid-19 di NTT.

Selama September 2020, dari 250 tambahan kasus positif, 104 kasus atau 42% adalah transmisi lokal dan 146 kasus atau 48% pelaku perjalanan dari luar NTT dan juga antarpulau atau kabupaten. Kondisi ini menggambarkan mobilitas orang masih menjadi sumber utama transmisi virus Covid-19 di NTT.

Akan tetapi, penularan dalam wilayah juga sangat tinggi. Dari orang yang terpapar lokal, umumnya terjadi dalam keluarga dekat dan juga ada  beberapa yang terpapar dari tempat kerja.

Karena itu, perlu dipikirkan untuk penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 diperketat. Tidak hanya di tempat umum dan tempat kerja tapi juga dalam keluarga dan kerabat.

Menurut Etrki Ndoen, dengan makin tingginya kasus terkonfirmasi positif korona, kegiatan surveilans dalam mencari kontak erat dan pemeriksaan sampel kontak erat sangat penting. Surveilans dan pelacakan kasus dan kontak erat menjadi ujung tombak dalam upaya meminilisasi dan mengfokuskan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 secara cepat dan akurat. Sektor kesehatan harus dibantu untuk  mendapatkan informasi yang cepat dan benar dalam melakukan pelacakanuntuk segera ditest.

Ia juga minta kapasitas Laboratorium Biomolukular di NTT segera ditambah yakni mempercepat beroperasinya Laboratorium Qpool PCR di Rumah Sakit Pratama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang digagas bersama Forum Academia NTT bersama pemerintah daerah dan pihak Undana.

"Jangan lupa untuk menyiapkan tempat karantina yang aman. Jika terjadi eskalasi positif Covid-19 yang makin tinggi, semua pihak yakni pemerintah, masyarakat, tokoh agama, academia dan pelaku bisnis harus bersatu melawan pandemi," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT