05 October 2020, 03:45 WIB

Arbani Yasiz Kangen Berpuisi


Zubaedah Hanum | Humaniora

ARBANI Yasiz, 25, dikenal lewat perannya sebagai Roman di sinetron Roman Picisan The Series (2017). Dalam film itu, ia memerankan sosok pelajar SMA yang pandai membuat surat cinta pesanan teman-temannya.\

Teman-temannya kerap memanggilnya Rompis lantaran Roman banyak membuat puisi gombal ketika hatinya galau. Dengan kelihaian membuat puisi, ditambah paras tampan dan kebaikan hatinya, tak heran banyak gadis yang ditaklukkan olehnya.

Sebelum membintangi sinetron tersebut, Bani  demikian ia biasa disapa sama sekali tidak tertarik dengan puisi. Bahkan di zaman sekolah dulu, Bani mendapatkan nilai jelek saat harus membuat puisi.

“Ini juga challenge buat gue, karena gue enggak suka banget sama puisi. Soalnya setiap ambil nilai puisi, pasti nilai gue jelek. Eh, tibatiba gue dapat peran harus berpuisi,” ujarnya, Sabtu (3/10).

Tiga tahun setelah kemunculannya di film itu, ia mengaku kangen menjadi Roman dan beradu akting dengan rekan-rekan sesama pemain peran sinetron itu.

“Gue kangen berakting untuk berpuisi. Gue kangen juga tentunya sama kawan-kawan gue, para pemain di situ, yang selalu main bareng karena cukup lama juga kan di Rompis,” ucap model dan aktor muda kelahiran Jakarta, 15 Oktober 1994 itu.

Namun, kerinduan Bani terobati karena bisa menonton Rompis the Series yang ditayangkan lewat aplikasi RCTI+. “Rasa kangennya jadi bisa terobati,” katanya.

Setelah sukses di sinetron, sosok Roman ini diangkat ke layar lebar pada 2018 dan Monty Tiwa sebagai sutradaranya. Namun, plot ceritanya berubah, dari yang tadinya Roman sebagai pelajar SMA menjadi anak kuliah. 

Di film ini, Roman melanjutkan kuliah di Belanda dan terpisah jauh dengan pujaan hatinya. Baik sinetron maupun film Roman Picisan diadaptasi dari novel karya Edi Iskandar dan film bioskop dengan judul yang sama yaitu, Roman Picisan pada 1980 lalu. Dibintangi oleh aktor Rano Karno dan Lydia Kandow, film ini disutradarai oleh Adisoerya Abdy.

Lepas dari sosok Roman, saat ini Bani didapuk memerankan sosok Bara di serial berjudul Ada Dewa di Sisiku. Sinetron ini berkisah tentang Bara si anak dari dewa langit bernama Narendra, yang merupakan dewa terkuat dari para dewa di negeri atas awan.


Bermula dari model

Karier Bani di dunia hiburan Indonesia bermula setelah ia menjadi Juara 2 coverboy Majalah Aneka Yess! pada 2012. 

Ia mulai terjun ke seni peran pada 2015 lewat aktingnya sebagai Lutung di sinetron Pangeran Lutung dan Biru di film bioskop Heart Beat. Setelah itu, Bani bermain di film Surat Untukmu (2016), Rompis The Movie (2018), Titus: Mystery of The Enygma (2020), dan Ranah 3 Warna (2020). (Ant/H-2)

BERITA TERKAIT