05 October 2020, 08:00 WIB

Koneksi Internet Bantu Pendidikan dan Perekonomian Kupang


Gana Buana | Ekonomi

BELAJAR DI KANTOR DESA: Pelajar menggunakan gawai memanfaatkan fasilitas internet gratis yang disediakan Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat belajar di Kantor Kepala Desa Tulakadi, Tasifeto Timur, Belu, Atambua, NTT, Senin (28/9).

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di tengah masa pandemi covid-19, koneksi internet menjadi penolong aktivitas warga. Bahkan, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak kualitas koneksi internet meningkat, sektor pendidikan hingga perekonomian seperti peternakan, perdagangan, dan pariwisata setempat amat terbantu.

Kupang yang merupakan ibu kota Provinsi NTT merupakan jantung perekonomian. Peternakan adalah sektor andalan penunjang pendapatan terbesar di wilayah tersebut.

Kepala Balai Besar Peternakan Kupang, Bambang Haryanto, menyampaikan, dengan adanya koneksi internet tentu amat menguntungkan. Terutama dalam hal pelatihan rutin yang diselenggaran bagi warga.

“Untungnya banyak sekali, kita bisa menyelenggarakan pelatihan online di tengah pandemi. Biasanya kan mereka nginap ke sini, ada biaya makan, ada biaya tiket PP (pulang pergi). sekarang bisa dari rumah masing-masing mereka tetap beraktivitas seperti biasa,” ungkap Haryanto, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, tujuan dari pelatihan itu sebetulnya tidak lain untuk meningkatkan kompetensi para peternak di wilayah NTT.

Seperti diketahui, meningkatnya kualitas akses internet di Provinsi NTT merupakan hasil dari pembangunan proyek jalur backbond Palapa Ring oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Ini merupakan pembangunan kabel optik yang menghubungkan Indonesia hingga ke pelosok negeri.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi NTT, Aba Maulaka, mengatakan, orientasi pembangunan kabel optik oleh pemerintah  memang untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Kami pun terus mendorong para provider ikut membantu program ini. Oleh karena itu, kami pun usul pada Juli lalu untuk pembangunan menara BTS sebanyak 314 unit di 21 kabupaten dan 1.943 lokasi akses internet. Ini kami upayakan menjadi program pembangunan di 2020,” jelas dia.

Pembangunan itu pun kini semakin terasa manfaatnya. Pemilik Sentra Tenun ‘Kampung Alor’, Esther, mengatakan, sejak koneksi internet membaik, omzet penjualan produknya pun meningkat. Bahkan, 60% di antaranya merupakan hasil dari penjualan melalui e-commerce.

“Sejak ada promosi di FB (Facebook), IG (Instagram), Shopee, Tokopedia, Bukalapak pun penjualan justru semakin banyak dari sana,” tandas dia. (Gan/S2-25)

BERITA TERKAIT