04 October 2020, 19:12 WIB

Tangani Papua, Pemerintah Harus Utamakan Pendekatan Dialog


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

TINDAK kekerasan terus terulang di Bumi Cendrawasih, dengan aktor Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) maupun oknum aparat.

Seharusnya, negara melakukan pendekatan dialog untuk mengentaskan tindak kekerasan di Papua. Banyak pelajaran yang bisa dipetik, seperti pengalaman mengurai konflik Aceh hingga Poso.

Pendekatan keamanan dan pembangunan selama ini dinilai gagal membendung tindak kekerasan di Papua.

"Indonesia punya banyak pengalaman dalam menyelesaikan konflik melalui jalan dialog. Seperti di Aceh, Ambon hingga Poso," ujar Direktur Imparsial Al Araf saat dihubungi, Minggu (4/10).

Baca juga: TNI Berusia 75 Tahun, Kontras Beri Catatan

Menurutnya, model pendekatan terhadap konflik Aceh, Ambon atau Poso, bisa digunakan pemerintah untuk mengatasi persoalan di Papua. Terpenting, semua pihak harus duduk bersama dan melakukan dialog.

"Dialog perlu dilakukan secara fair, independen dan dipercaya kedua pihak. Sehingga menemukan solusi penyelesaiannya. Aceh adalah salah satu contoh model dialog yang baik," imbuh Al Araf.

Kekerasan yang terjadi di Papua dikatakannya sudah terjadi cukup lama. Hal itu menjadi ingatan menyakitkan atau memori pasionis bagi rakyat Papua.

Baca juga: Pentolan KKB Papua Ditembak Tim Newangkawi

Sayangnya, sebagian besar kasus yang terjadi di Papua minim penghukuman secara adil. Pun, keadilan buat korban dinilai kurang terpenuhi.

Kekerasan itu memperkuat rasa tidak percaya rakyat pada pemerintah. Sebab, tidak ada hukuman bagi pelaku kekerasan. Alhasil, konflik di Papua terus berlangsung dan menjadi persoalan yang mengakar.

"Untuk menghentikan kekerasan ini, semua pihak bersenjata yang bersengketa sebaiknya menghentikan gencatan senjata. Serta, mengambil jalan lain untuk menyelesaikan konflik melalui dialog damai," pungkasnya.(OL-11)


BERITA TERKAIT