04 October 2020, 14:35 WIB

Pemerintah Saudi Buka Ibadah Umrah Hari Ini


Syarief Oebaidillah | Humaniora

SETELAH selama  enam bulan ditutup karena pandemi covid 19, pemerintah Kerajaan Arab Saudi kembali membuka Masjidil Haram, Mekah bagi kaum muslimin pada Minggu (4/10). Hal ini sekaligus dibukanya pelaksanaan ibadah umrah namun dengan jumlah terbatas dan penerapan protokol kesehatan dengan ketat.

Presiden Umum Urusan Dua Masjid Suci, Abdulrahman Al-Sudais, mengutarakan digelarya kembali ibadah umrah di Masjidil Haram dan mengunjungi Rawdah di Masjid Nabawi dengan mematuhi tindakan pencegahan pandemi dilakukan berdasarkan persetujuan Raja Salman.

"Persetujuan kerajaan mencerminkan ketajaman kepemimpinan Saudi guna memastikan keamanan pengunjung mesjid suci, sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam untuk melaksanakan umrah," ungkap Al Sudais, Minggu (4/10)

Guna menyambut jemaah umrah pertama, yang tiba hari ini kamera thermal ditempatkan di pintu masuk dan di dalam aula Masjidil Haram untuk memantau suhu tubuh disertai peringatan yang diperlukan.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan untuk menampung sekitar 6.000 jemaah setiap harinya, mereka telah menyiapkan lima titik pertemuan, di antaranya situs Al-Gaza, Ajyad dan Al-Shasha. Di titik tersebut para jemaah akan bertemu dan bergabung dengan tenaga kesehatan profesional di bus menuju Masjidil Haram.

Otoritas Saudi telah menyelesaikan persiapan untuk menerima jemaah umrah dengan tindakan pencegahan ketat. Sekitar 1.000 karyawan telah dilatih untuk memantau penyelenggaraan ibadah umrah di Masjidil Haram. Mesjid Haram akan dibersihkan 10 kali sehari. Pembersihan lebih lanjut di area dengan lalu lintas tinggi juga akan dilakukan, termasuk air mancur, karpet, dan kamar mandi.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali saat dihubungi Media Indonesia mengkonfirmasi bahwa umrah sudah dibuka bagi masyarakat Saudi di dalam negeri. Menurut Endang, untuk umrah bagi jemaah luar negeri yang direncanakan dibuka pada 1 November belum ada daftar negara yang diperbolehkan masuk ke Saudi untuk umrah. "Jadi masih menunggu lebih lanjut rekomendasi pemerintah Saudi," pungkasnya.

Sementara itu, pimpinan PT Maktour Fuad Masyhur saat diminta tanggapannya masih menunggu pemerintah Saudi. "Kita dan pemerintah tentu mengutamakan keselamatan para jemaah umrah. Jika sudah terbit izin dari Saudi pada 1 November tentu kami bersiap diri memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah umrah Indonesia," pungkas Fuad.(H-1)

BERITA TERKAIT