04 October 2020, 14:28 WIB

10 Rumah di Kabupaten Tasikmalaya terdampak Pergerakan Tanah


Kristiadi | Nusantara

KEPALA Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin mengatakan hujan yang beberapa hari ini mengguyur sebagian wilayah di Tasikmalaya menyebabkan pergerakan tanah yang berdampak pada 10 rumah dengan kerusakan di dinding.

Kesepuluh rumah tersebut berada di Kampung Babakan Jeruk, Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya. Saat ini, pihak BPBD masih menunggu tim ahli dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi, Bencana, Geologi (PVMBG).

"Pergerakan tanah yang terjadi beberapa hari telah merusak 10 rumah dan satu bangunan musala. Kondisinya, banyak bangunan permanen terbelah mulai dinding hingga lantai, pergerakan tersebut masih terjadi hingga mengancam 23 rumah lainnya," kata Nuraedidin, Minggu (4/10).

Nuraedidin mengungkapkan, pergerakan tanah yang terjadi pada musim penghujan sekarang ini perlu diwaspadai karena bisa mengakibatkan kejadian lainnya yakni longsor maupun banjir. BPBD telah menurunkan anggota, Tagana hingga relawan untuk menyosialisasikan terkait bencana yang bisa terjadi kapan saja.

"Pergerakan tanah yang terjadi sekarang harus diwaspadai bersama agar tidak terjadi korban jiwa, karena intensitasnya kecil dan terkadang sedang, bisa menyebabkan longsor dan banjir. Namun, anggota juga tetap berupaya melakukan pengecekan kondisi aliran Sungai Cikidang dan Citanduy karena jika meluap bisa menyiapkan perahu karet untuk siaga di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik," ujarnya.

Baca juga: BPBD: 9 Titik di Jakarta Alami Potensi Pergerakan Tanah Menengah

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Muhammad Soekiman mengatakan hujan yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Ciamis-Cirebon tertutup longsor dari sebuah tebing setinggi 90 meter tepatnya di blok Ciheulang Tonjong, Dusun Kondang, Desa Cinyasag, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis.

"Longsor yang terjadi disebabkan dari luapan irigasi di atas tebing dan menutup ruas jalan di sepanjang 25 meter dengan ketebalan 5 meter, tidak ada korban jiwa. Petugas bersama warga setempat berhasil menyingkirkan material tanah yang menimbun setengah badan jalan. Kini arus lalu lintas kembali normal, tapi para pengguna jalan diimbau harus lebih waspada," tutur Soekiman.(OL-5)

BERITA TERKAIT