04 October 2020, 12:20 WIB

Mahasiswa Undip Asal Klaten Didorong Menguatkan Peran Sosial


Djoko Sardjono | Nusantara

PENGURUS Keluarga Mahasiswa Klaten Universitas Diponegoro (KMK Undip)
2020-2021 dikukuhkan oleh pejabat sementara (Pjs) Bupati Klaten,
Sujarwanto Dwiatmoko, di rumah dinas Wakil Bupati Klaten.

Pengukuhan pengurus KMK Undip dihadiri Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa
Tengah, Siti Farida, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Klaten, Jaka Purwanto, selaku Sekretaris Dewan Pembina KMK Undip.

Ketua Umum KMK Undip 2020-2021 Muhammad Ivan Fadillah, Wakil Ketua Sandy Maulana, Sekretaris I Anindita Rahayu, Sekretaris II Linda Ratnasari, Bendahara I Hanifa Nur Salsabila, dan Bendahara II Salsabila Ayu Ramadhina.

Kepengurusan KMK Undip dilengkapi divisi kaderisasi, divisi kemitraan
luar dan alumni, divisi pendidikan dan penalaran, divisi media informasi  dan komunikasi, divisi sosial masyarakat, divisi ekonomi kreatif, dan divisi minat dan bakat.

Dalam sambutan pengukuhan, Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko
mennyatakan mahasiswa berorganisasi itu penting. Karena, ketika nanti menjadi seorang pemimpin, mereka sudah memiliki jiwa kewiraan yang tangguh.

Dia berharap KMK Undip dalam pengabdian masyarakat bisa membuat diskusi tentang sumber daya daerah. Hasilnya disampaikan kepada pemerintah daerah. Dalam hal ini, KMK Undip juga diharapkan sebagai agen perubahan.

Nyaris, Buku HTI Jadi Bacaan Wajib di Bangka Belitung

Terkait pandemi covid-19, Sujarwanto mengatakan untuk kegiatan
pengabdian masyarakat, pengurus KMK Undip bisa membuat gerakan
sosialisasi sadar protokol kesehatan, guna pencegahan dan pengendalian
virus korona tersebut.

Senada dikemukakan oleh Siti Farida, Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa
Tengah. KMK Undip, menurut mantan Ketua KPUD Klaten itu, harus bisa jaga praja dengan menjadi contoh disiplin mematuhi protokol pencegahan
Covid-19.

Sekretaris Dewan Pembina KMK Undip, Jaka Purwanto, meminta KMK Undip
melakukan identifikasi problem di lingkungan masing-masing. Klaten memiliki program OVO, yaitu satu desa satu produk. (N-3)

BERITA TERKAIT