04 October 2020, 12:20 WIB

Titik Panas kembali Mengancam Nusa Tenggara Timur


Palce Amalo | Nusantara

HUJAN ringan di Nusa Tenggara Timur belum mampu menghapus panas dan dampaknya. Minggu (4/10), titik panas kembali bermunculan di daerah ini.

Stasiun Klimatologi El Tari Kupang melaporkan adanya 15 titik panas yang terdeteksi satelit, yang berada di lima kabupaten yakni Alor, Flores Timur, Kupang, Lembata dan Sumba Timur.

"Titik panas terbanyak di Kecamatan Titihena dan Ile Bura Kabupaten Flores Timur. Di setiap kecamatan itu ada tiga titik," kata Kepala Stasiun Meteorologi Lasiana Kupang, Agung Sudiono Abadi.

Sementara dua titik panas muncul di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor. Di kabupaten lain, satu titik di satu daerah.

Menurutnya, titik panas yang muncul pada Minggu berkurang jika
dibandingkan titik panas yang muncul pada Sabtu (4/10). Saat itu ada 16 titik panas tersebar di Timor Tengah Utara, Sumba Timur, Sumba Barat, Lembata, Kupang, dan Alor dengan tingkat kepercayaan di atas 80%.

Waspadai Bencana Susulan di Cianjur Selatan

Terkait kemunculan titik panas tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini ancaman kebakaran hutan dan lahan. BMKG minta masyarakat waspada dan mengantisipasi terjadi kebakaran, mengingat saat ini suhu udara di NTT mencapai 35 derajat celcius pada siang hari dan kecepatan angin mencapai 40 kilometer per jam.

Cuaca panas disebabkan saat ini wilayah NTT memasuki puncak kemarau yang masih berlangsung sampai November. Cuaca umumnya cerah dan berawan dengan kelembaban udara antara 50-95%.

Namun, hujan dengan intensitas ringan mulai turun di sejumlah wilayah yakni Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. (N-3)

BERITA TERKAIT