04 October 2020, 11:25 WIB

99 RW di Depok Ditetapkan Berisiko Tinggi Penularan Covid-19


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

SEBANYAK 99 Rukun Warga (RW) di Kota Depok ditetapkan sebagai RW berisiko tinggi penularan covid-19. RW tersebut tersebar di 38 kelurahan dari total 63 kelurahan.

"99 RW tersebut ditetapkan sebagai wilayah berisiko tinggi penularan covid-19 selama 14 hari mulai 28 September hingga 11 Oktober,” kata Pjs Wali Kota Depok Dedi Supandi dalam SK Wali Kota Depok Nomor 443/381/Kpts/Dinkes/Huk/2020, Minggu (4/10).

Data dikutip dari www.ccc-19.depok.go.id pada Minggu (4/10), jumlah kasus konfirmasi aktif sebanyak 1.417 atau naik 27 kasus dari sebelumnya 4.704 atau naik 102 kasus. Untuk pasien meninggal akibat covid-19 sebanyak 140 kasus.

Kelurahan yang paling tinggi kasusnya adalah Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong, Kelurahan Abadijaya Kecamatan Sukmajaya dengan jumlah masing-masing 62 kasus aktif.

Urutan selanjutnya adalah Kelurahan Kukusan Kecamatan Beji dengan jumlah 57 kasus. Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya sebanyak 55 kasus.

Jika dilihat dari tingkat kecamatan, yang paling tinggi adalah Kecamatan Sukmajaya dengan 207 kasus. Kecamatan Pancoran Mas dengan 175 kasus. Kecamatan Beji sebanyak 172 kasus. Kecamatan Cimanggis sebanyak 154 kasus, Kecamatan Tapos 152 kasus. Kecamatan Sawangan sebanyak 124 kasus.

Baca juga: PSBB Proporsional di Depok Diperpanjang Hingga 27 Oktober

Sedangkan Kecamatan Cilodong sebanyak 119 kasus dan Kecamatan Cipayung sebanyak 115 kasus.

Untuk tiga kecamatan yang kasusnya di bawah 100 yaitu Kecamatan Bojongsari sebanyak 88 kasus, Kecamatan Cinere sebanyak 61 kasus dan Limo sebanyak 50 kasus.

Pjs Wali Kota Depok juga mengeluarkan SK No 443/385/Kpts/Dinkes/Huk/2020 tentang Pembatasan Jam Operasional Kegiatan Toko, Pusat Perbelanjaan dan Tempat Usaha serta Aktivitas Warga. Dalam SK tersebut disebut bahwa jam pembatasan tersebut berlaku selama 14 hari.

“Terhitung sejak 4 Oktober hingga 17 Oktober 2020. Dapat diperpanjang berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Covid-19,” ungkap Dedi.

Kegiatan usaha di restoran, kafe, rumah makan, warung dan sejenisnya pun ikut dibatasi.

Hal itu tertuang dalam SK Nomor 443/386/Kpts/Dinkes/Huk/2020. Pembatasan jam tersebut berlaku di wilayah yang ditetapkan sebagai PSKS.

“Pembatasan kegiatan usaha restoran, kafe dan sejenisnya dilaksanakan dengan ketentuan bahwa pada wilayah beresiko tinggi penularan covid-19 tidak boleh melayani pengunjung untuk makan di tempat (dine in). Pelayanan hanya diberikan dengan cara dibawa pulang (take away). Sedangkan wilayah yang tidak beresiko tinggi penulsran civid-19 maka pelayanan dine in hanya sampai pukul 18.00 WIB saja dan untuk layanan take away sampai pukul 21.00 WIB,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT