04 October 2020, 11:14 WIB

Kepulauan Solomon Catat Kasus Pertama Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

KEPULAUAN Solomon mengumumkan mereka telah kalah dalam pertempuran agar tetap terbebas dari covid-19. Kini, negara kepulauan tersebut hanya menyisakan sembilan wilayah kecil dan terpencil yang belum melaporkan satu kasus pun.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu (3/10), Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare mengatakan seorang siswa yang baru saja tiba dari Filipina dalam penerbangan repatriasi yang membawa 96 penumpang dinyatakan positif covid-19.

"Sangat menyakitkan bagi saya untuk mengatakan kami telah kehilangan status bebas covid-19 meskipun upaya kolektif dilakukan untuk mencegah pandemi masuk ke negara kami," kata Sogavare.

Menyikapi kondisi tersebut, ia meminta warganya untuk tetap tenang. Ia juga mengatakan telah dilakukan pelacakan kontak dan tindakan lain untuk mencegah penyebaran virus dan tidak perlu dilakukan penguncian wilayah atau lockdown.

Baca juga:  Jokowi Diskusikan Investasi dengan PM Kepulauan Solomon

Untuk diketahui, siswa yang dites negatif tiga kali di Filipina sebelum naik ke pesawat dinyatakan positif dalam tes rutin sekembalinya ke ibu kota Honiara dan sekarang diisolasi. Sementara, delapan belas siswa lainnya yang dinyatakan positif tetap di karantina di Manila.

Sejak perbatasan Solomon ditutup pada Maret, lebih dari 400 siswa telah terjebak di Filipina yang dilanda virus korona. Di bawah tekanan para orang tua, pejabat Solomon mengatur tiga penerbangan repatriasi. Penerbangan repatriasi yang pertama tiba pada Selasa lalu.

Meskipun Solomon mengonfirmasi kasus pertama covid-19, Sogavare mengatakan akan terus berupaya membawa pulang siswa lainnya.

Hanya negara pulau kecil dan terpencil serta wilayah Kiribati, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, Samoa, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu yang diyakini masih bebas dari covid-19.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT