04 October 2020, 04:45 WIB

Pesantren Segera Terima Bantuan Rp1 Triliun


Suryani Wandari Putri | Politik dan Hukum

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan kembali menyalurkan bantuan operasional untuk pesantren dan pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi covid-19.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan revisi juknis penyaluran bantuan itu sudah selesai.

“SK Penetapan Penerima Bantuan juga sudah terbit. Insya Allah pekan depan sudah mulai proses pencairan,” kata Wamenag di Jakarta, kemarin.

Wamenag juga mengatakan bantuan ini merupakan bentuk perhatian negara terhadap pesantren dan pendidikan keagamaan di masa covid-19.

Sebagai informasi, Kemenag menerima alokasi anggaran sebesar Rp2,599 triliun untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi covid-19.

Anggaran ini disalurkan dalam bentuk bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk 21.173 pesantren. Jumlah ini terdiri dari 14.906 pesantren dengan kategori kecil (50-500 santri) yang mendapat bantuan sebesar Rp25 juta. Lalu, ada 4.032 pesantren kategori sedang (500-1.500 santri) yang akan mendapat bantuan Rp40 juta.

Bantuan juga akan diberikan kepada 2.235 pesantren kategori besar dengan santri di atas 1.500 orang. Nilai bantuannya ialah Rp50 juta. Bantuan operasional pendidikan itu dicairkan secara bertahap.

Untuk tahap pertama, bantuan operasional pendidikan yang dicairkan sejumlah Rp930,83 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 9.511 pondok pesantren, 29.550 madrasah diniyah takmiliyah (MDT), 20.124 LPTQ/TPQ, dan bantuan pembelajaran daring bagi 12.508 lembaga.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono menambahkan, bantuan operasional pendidikan tahap II yang akan segera cair berjumlah Rp1,08 triliun. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 8.849 pesantren. Jumlah ini terdiri atas 5.455 pesantren kategori kecil (mendapat bantuan Rp25 juta), 1.720 pesantren sedang (Rp40 juta), dan 1.674 pesantren besar (Rp50 juta).

Selain itu, bantuan tahap II ini juga diberikan kepada 32.401 madrasah diniyah takmiliyah (MDT), 45.749 LPTQ/TPQ, dan bantuan pembelajaran daring bagi 1.279 lembaga.

Wamenag mengimbau, Ditjen Pendidikan Islam akan segera mengirimkan Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan dan Surat Pemberitahuan Bantuan kepada Kanwil Kemenag Provinsi. Nantinya, kanwil akan menyampaikan ke Kankemenag kabupaten/ kota untuk diinformasikan kepada para penerima bantuan.

“Daftar penerima bantuan juga akan segera di-upload di website PD Pontren agar bisa diakses luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Disalurkan langsung

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, Surat Perintah Penyaluran Bantuan (SP2D) akan segera diberikan kepada bank penyalur.

Nantinya mereka harus mendistribusikan bantuan tersebut ke rekening penerima selambat-lambatnya 15 hari setelah SP2D terbit.

Para penerima bantuan bisa segera mengurus pencairan dengan datang ke bank penyalur sambil membawa Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan dan Surat Pemberitahuan Bantuan.

“Bantuan disalurkan ke rekening masing-masing penerima bantuan. Tidak ada potongan dalam bentuk dan atas alasan apapun,” tegasnya. (E-1)

BERITA TERKAIT