04 October 2020, 03:54 WIB

Inggris Luncurkan Vaksin Massal Covid-19 Akhir Tahun Ini


Ant/Ata/E-1 | Humaniora

PELUNCURAN massal vaksin covid-19 di Inggris diperkirakan dapat dilakukan kurang dari tiga bulan. Para ilmuwan yang mengerjakan vaksin Oxford berharap regulator memberikan persetujuannya sebelum awal 2021.

Demikian laporan Times, yang mengutip ilmuwan pemerintah Ingris.

Disebutkan pula, pejabat kesehatan memperkirakan semua orang dewasa akan mendapatkan satu dosis vaksin dalam enam bulan.

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA), pada Kamis, mengatakan mulai mengevaluasi data calon vaksin covid-19 buatan Astrazeneca bersama Universitas Oxford, secara nyata. Hal itu menjadi langkah pertama yang bertujuan mempercepat proses persetujuan vaksin di kawasan tersebut.

Kabar peninjauan EMA juga membuka peluang besar untuk menjadikannya vaksin pertama yang disetujui di Eropa sekaligus yang diang-
gap unggul dalam perlombaan global penemuan vaksin untuk covid-19, yang telah menelan satu juta orang lebih di seluruh dunia.

Dari dalam negeri dilapor- kan, pemerintah juga berharap ketersediaan vaksin covid-19 berdasarkan road map yang disiapkan pemerintah dapat terlaksana pada 2021.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang mengungkapkan, dalam jangka pendek, pemerintah telah melakukan diplomasi dengan berbagai pihak dalam penyediaan vaksin.

“Sementara itu, jangka panjang dilakukan pengembangan vaksin Merah Putih, produksi dalam negeri,” jelas Vensya dalam keterangannya, kemarin.

Pemerintah menargetkan vaksin covid-19 tersedia secara bertahap, yakni sebanyak 36 juta vaksin untuk tahap pertama pada kuartal IV-2020.

Selanjutnya, pada kuartal I-2021 ditargetkan sudah ada 75 juta vaksin, kemudian pada kuartal II-2021 sebanyak 105 juta vaksin, kemudian kuartal III-2021 sebanyak 80 juta, dan kuartal IV-2021 sebanyak 80 juta vaksin.

Vensya menegaskan, masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan vaksinasi.

”Jangan takut imunisasi karena kualitas terjaga dan tentunya mulai registrasi hingga pembuatan terjaga. Dikawal juga oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia) dan tentunya pelaksanaan di Indonesia juga dikawal Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM),” ucapnya.

Seperti diketahui, Indonesia tengah melangsungkan uji klinis vaksin covid-19 tahap III. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, uji klinis vaksin covid-19 ditargetkan akan selesai pada Januari 2021.

“Apabila uji klinis vaksin covid-19 tahap 3 lancar, Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal I 2021, dan kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma dengan kapasitas produksi maksimal 250 juta dosis”, ujar Honesti. (Ant/Ata/E-1)

BERITA TERKAIT