04 October 2020, 03:26 WIB

Trump Dipindahkan ke Pusat Medis Walter Reed


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump diterbangkan ke rumah sakit militer Walter Reed, setelah dia dan Ibu Negara Melanie Trump dinyatakan positif terinfeksi covid-19, sebuah langkah yang memicu kekhawatiran bahwa kondisinya lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Gedung Putih mengatakan, Jumat (2/10), bahwa presiden akan menghabiskan ‘beberapa hari’ di pusat medis militer nasional Walter Reed.

Ketika Trump sedang bepergian, sebuah video diunggah ke akun Twitter-nya, presiden membuat pernyataan publik pertamanya sejak
dinyatakan positif.

Berdiri di depan perapian dengan setelan jas, kemeja putih, dan dasi biru, presiden berbicara langsung ke kamera sambil berkata,

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang atas dukungan yang luar biasa. Saya akan ke rumah sakit Walter Reed. Saya pikir saya melakukannya dengan sangat baik, tetapi kami akan memastikan semuanya berjalan lancar.”

“Ibu negara melakukannya dengan sangat baik. Jadi terima kasih banyak, saya menghargainya, saya tidak akan pernah lupa, terima kasih.”

Sean Conley, dokternya, mengatakan Trump telah diberi obat antibodi eksperimental Regeneron, dan dia telah mengonsumsi seng, vitamin D, antasida, melatonin, dan aspirin setiap hari.

Conley mengatakan presiden tidak memerlukan oksigen tambahan dan mulai memakai Remdesivir, obat antivirus yang menjanjikan dalam mengobati virus korona .

Conley mengatakan Trump ‘lelah tetapi tetap bersemangat’ dan sedang ‘dievaluasi tim ahli’.

Risiko komplikasi

Trump berusia 74 tahun dan secara klinis mengalami obesitas, menempatkannya pada risiko komplikasi yang lebih tinggi oleh virus tersebut. Dokternya, sebelumnya mengatakan presiden ‘baik’ dan akan tetap menjalani tugasnya ‘tanpa gangguan’.

Namun, pilihannya untuk tetap berkegiatan sesuai jadwal sekarang dipertanyakan saat kampanyenya memasuki tahap terakhir.

“Tidak jelas persis apa artinya itu bagi seorang Presiden Amerika Serikat, terutama bagi orang ini yang telah menghabiskan berbulan-bulan tidak ingin memakai masker, tidak mau menjaga jarak secara fi sik dengan serius,” ujar Kepala Biro Washington, David Smith.

Pukulan sangat signifikan

Trump juga sebagian besar mengabaikan pedoman kesehatan publik pemerintahnya sendiri, menolak memakai masker atau menaati aturan jarak sosial.

Pada debat presiden pertama di Cleveland, Ohio, awal pekan ini, Trump bahkan mengejek penantangnya dari Demokrat, Joe Biden, karena mengenakan masker.

“Setiap kali Anda melihatnya, dia memakai masker,” kata Trump mengenai rivalnya. “Dia bisa saja berbicara sejauh 200 kaki... Dan dia muncul dengan masker terbesar yang pernah saya lihat.”

Dengan sejumlah jajak pendapat yang menunjukkan mayoritas orang AS tidak menyetujui penanganan Trump terhadap pandemi--yang telah merenggut lebih dari 207 ribu nyawa di Amerika Serikat--diagnosisnya mungkin hanya akan memicu kritik terhadap pemerintah dan pribadinya.

Manajer kampanye Presiden Donald Trump, Bill Stepien, juga dinyatakan positif mengidap virus korona baru (covid-19). (France24/The Guardian/I-1)

BERITA TERKAIT