04 October 2020, 00:20 WIB

Kejurnas Pacuan Kuda Piala Presiden 2020 Dibatalkan


Akmal Fauzi | Olahraga

KEJUARAAN Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-54 Piala Presiden Republik Indonesia yang dimulai 5 Oktober mendatang di Yogyakarta harus dibatalkan.

Pasalnya, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menarik kembali Surat Izin Kegiatan no: B/SI/70/VIII/YSN.2.1./2020/INTELKAM tertanggal 19 Agustus 2020 yang semula menjadi landasan penyelenggaraan Kejurnas yang berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.

Pandemi Covid-19 menjadi alasan penarikan kembali surat izin tersebut. Melalui surat dari Polda DIY ke Pengda Pordasi DIY, dijelaskan bahwa protokol pencegahan penyebaran Covid-19 telah ditetapkan pemerintah. Salah satu upaya pencegahan seperti pembatasan kegiatan di luar rumah.

Adapun surat yang dikeluarkan pada 30 September tersebut mengarahkan agar Kejurnas Pacuan Piala Presiden RI dibatalkan hingga situasi dinyatakan aman dari pandemi Covid-19.

“Ditintelkam Polda DIY untuk sementara waktu tidak menerbitkan/mengeluarkan rekomendasi maupun Surat Ijin keramaian serta Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Terhadap surat ijin yang sudah dikeluarkan tersebut ditarik kembali dan dinyatakan TIDAK BERLAKU”, demikian petikan surat yang diterima Pengda Pordasi DIY.

Berita penarikan izin tersebut baru diketahui Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), Triwatty Marciano pada 1 Oktober dan langsung menghubungi pihak-pihak terkait untuk mengonfirmasinya.

Triwatty menyadari, persiapan yang sudah dilakukan selama beberapa bulan harus berujung dengan penarikan surat izin kegiatan. Apalagi, pembatalan dilakukan beberapa hari sebelum pertandingan penyisihan Seri 1 yang digelar 5 Oktober.

Ia menambahkan, sekitar 150 kuda dari 58 klub/stable yang tersebar di 15 Pengprov/Pengda Pordasi sudah berada di DIY. Namun, karena kebijakan pemerintah untuk keselamatan, Triwatty mengajak seluruh pihak terlibat Kejurnas untuk patuhi kebijakan pemerintah.

Selain Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi Ke-54, terdapat dua event yang juga dibatalkan. Kedua event tersebut adalah Open Race Sri Sultan Hamengkubuwono X Cup dan Open Race Sawah Lunto XIV 2020 yang rencananya digelar pada November atau Desember mendatang.

Sementara Komisi Horseback Archery yang sudah mengagendakan Kejurnas 2020 di Parompong pada akhir tahun ini juga terancam dibatalkan.

Selain itu, Komisi Euqastrian juga terancam gagal menggelar event. Padahal, cukup banyak agenda yang sudah direncanakan, beberapa diantaranya Pekanbaru Wisata Dakwah Okura (WDO) Endurance Ride 2020, dan Friendship Equestrian Competition 2020 pada Oktober 2020

Lalu ada Zaganosh Bupati Sleman Cup, Oktober 2020, Cinta Indonesia Open dan FEI JWC Series 2, Oktober 2020, Equestrian Champions League (ECL) Series 6 / Final, November 2020. Bahkan sebelumnya telah dikonfirmasi akan dihadiri oleh Presiden Asia Equestrian Federation (AEF) Hamad Abdulrahman Al Attiyah dari Qatar

PP Pordasi mengimbau agar pembinaan para atlet (rider/joki) dan kudanya dilakukan di klub masing-masing. Tentunya pembinaan dilakukan dengan memperhatikan peraturan protokol kesehatan Covid-19 dari Kemenpora, KONI dan Pemda setempat.

Fokus PP Pordasi sendiri di sisa tahun 2020 adalah persiapan Rakernas 2021. Selain itu, Komisi Peternakan, Kesehatan dan Registrasi Kuda yang di bawah naungan PP Pordasi akan lebih sosialisasikan Studbook Indonesia atau registrasi kuda ke daerah-daerah.

Adapun pelatihan dan clinic bagi Joki/Rider akan digencarkan. Begitu juga untuk para Stewards dan Ofisial, PP Pordasi akan selenggarakan workshop sebagai persiapan program Pordasi Campus. (OL-4)

BERITA TERKAIT