04 October 2020, 03:40 WIB

Mendadak Daring


Susanto | Weekend

PANDEMI memang tidak boleh membuat kehidupan berhenti. Baik belajar, bekerja, maupun dunia usaha tetap harus berputar. Dari situlah kenormalan baru memaksa kita memindahkan segala interaksi melalui digital. Ibarat lagu, kita pun dibuat mendadak daring.

Hampir seluruh siswa sekolah, kecuali yang berada di zona hijau, pun menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, dengan kondisi geografis Indonesia dan ketimpangan infrastruktur, kehidupan via daring ini membawa beragam warna, yang tidak hanya cerah.

Bukan hanya akses sinyal yang minim di berbagai daerah, bahkan perangkat ponsel pun masih menjadi barang mewah bagi banyak masyarakat. Maka pemandangan bocah-bocah berkumpul untuk berbagi ponsel atau mencari akses hingga ke ujung kampung pun menjadi pemandangan baru di keseharian, termasuk di Nusa Tenggara Barat.

Hingga saat ini, terdapat 9.113 desa yang belum mendapatkan sinyal internet di Tanah Air. Sekitar 400 desa berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tidak hanya bagi murid, para pengajar juga mendapat tantangan baru untuk lebih kreatif dan interaktif dalam mengemas pelajaran.

Sementara itu, dunia usaha, termasuk UMKM, di seluruh Tanah Air juga harus mencari cara-cara baru dan peluang berbisnis lewat daring. Inilah kenormalan baru di bawah pandemi dan era 4.0. (M-1)

BERITA TERKAIT