03 October 2020, 23:41 WIB

Pemerintah Luncurkan Program Bantuan untuk Tenaga Kerja


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan merilis bantuan program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS). Langkah itu merupakan bagian dari penanganan dampak pandemi covid-19.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menuturkan, pandemi tidak saja menjadi persoalan kesehatan, melainkan berdampak kepada perekonomian dan berbagai subsektor di dalamnya seperti penurunan tingkat produksi, pengurangan tenaga kerja hingga penurunan daya beli masyarakat.

"Untuk meringankan beban masyarakat dan pekerja yang terdampak, pemerintah meluncurkan Program Jaring Pengaman Sosial (JPS)," kata dia dikutip dari siaran pers, Sabtu (3/10).

Salah satu program JPS Kemnaker, imbuh Ida, ialah program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk penciptaan wirausaha yang dapat menahan pelemahan dampak pandemi. Melalui program itu, diharapkan muncul lapangan kerja maupun usaha bagi masyarakat.

Selain itu, program JPS juga bertujuan untuk menciptakan padat karya. Harapannya, terjadi pemberdayaan masyarakat utamanya mereka yang menganggur dan setengah menganggur. Kegiatan padat karya akan dilakukan melalui pembangunan fasilitas umum dan sarana produktivitas masyarakat.

Ida bilang, program tersebut dapat menjadi stimulus bagi masyarakat pelaku industri kecil guna meningkatkan kreativitas dalam pemanfaatan sumber daya alam dan manusia. "Kedua program tersebut juga guna mendukung produk-produk kreatif industri kecil yang pada akhirnya dapat membantu masyarakat survive di masa covid, bahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah," tuturnya.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Suhartono menyatakan, pihaknya akan berperan aktif dalam penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.

"Melalui ide-ide yang kreatif dan inovatif, kami yakin banyak saudara-saudara kita yang masih menganggur, dan korban PHK akibat covid-19 yang beralih menjadi wirausaha baru, dengan memanfaatkan platform wirausaha online atau startup business," ujarnya.

Meski ada pembatasan mobilitas, ia berharap hasil karya para wirausaha baru dapat berkembang dan diterima pasar secara luas. Sebab, wirausaha baru tidak hanya berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia, tetapi juga membuka peluang kesempatan kerja bagi lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan data Kemnaker, per 2 Oktober 2020 telah disalurkan bantuan kepada program TKM kepada 1.985 kelompok wirausaha yang melibatkan 39.700 orang dan 1.091 kelompok padat karya yang melibatkan 21.820 orang. Penerima bantuan tersebut nantinya mendapatkan pembekalan pelatihan berkelanjutan, dan pendampingan dari Kemnaker. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT