03 October 2020, 23:10 WIB

Pemberdayaan Ekonomi Petani, Kementan Luncurkan IA Mart di Binuang


mediaindonesia.com | Ekonomi

OPTIMALISASI pemberdayaan ekonomi petani di masa pandemi Covid-19 dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihannya yang berada di Binuang, Kalimantan Selatan. 

Balai Besar Pertanian Binuang (BBPP) Binuang menginisiasi Pasar Tani IA Mart Binuang yang diresmikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, Sabtu (3/10).

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati, mengungkapkan gagasan Pasar Tani ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong nilai tambah para petani. 

"Pasar Tani ini menjadi jawaban untuk menyikapi covid-19. Bagaimana pun, ekonomi petani harus berjalan terus. Kami sebenarnya sudah mengembangkan IA Mart pertokoan dan kafe. Tapi, keduanya belum signifikan menampung produk pertanian. Hingga, kami uji coba Pasar Tani pada pekan sebelumnya," ungkap Yulia.

Yulia menjelaskan bahwa Pasar Tani IA Mart Binuang dirintis sejak Hari Tani Nasional, Kamis (24/9).

Menurut Yulia, kata 'IA' merujuk Inkubator Agribisnis. Fokusnya mewadahi pelatihan sekaligus display untuk beragam produk pertanian Binuang. Selain sayuran hijau, Binuang juga menjadi sentra Jagung dan Bawang Merah. Menawarkan harga ramah, Pasar Tani IA Mart Binuang aktif setiap hari Sabtu pagi.

"Respons luar biasa ditunjukan masyarakat pada awal digulirkannya Pasar Tani ini. Hasilnya secara ekonomi juga besar. Ideal untuk menambah pendapatan bagi petani dan praktisi pertanian di sini. Ke depannya, Pasar Tani ini juga didorong sebagai destinasi wisata," terang Yulia lagi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerangkan, dibangunnya pasar tani membuat para petani memiliki pasar baru untuk menjual produk mereka.

“Pasar Tani dihadirkan untuk mempercepat penyerapan berbagai komoditas pangan dari kelompok tani, sehingga masyarakat memperoleh harga yang terjangkau dengan kualitas pangan yang memadai," ujar SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan selain pasar konvensional, kedepan petani juga bisa memanfaatkan marketplace untuk mengoptimalkan pendapatan. 

Apalagi, Kementan saat ini tengah menggandeng Bukalapak untuk mendukung penjualan produk pertanian secara online. Menegaskan pertanian maju, mandiri, dan modern, Bukalapak akan menjadi salah satu trigger untuk mengatrol nilai penjualan pertanian. Apalagi, pasar pertanian cenderung resisten sepanjang pandemi covid-19. 

"Petani di Binuang harus mengoptimalkan potensi marketplace. Silakan saja bergabung di sana, pasti kami support. Marketplace ini efektif dan efisien untuk memasarkan produk. Pendapatan petani akan semakin besar," papar Dedi.

Dedi juga menjelaskan saat ini dalam 10 tahun terakhir, industri e-commerce di Indonesia tumbuh kompetitif 17%. E-commerce ini juga menarik minat terutama sepanjang pandemi Covid-19. Mengacu data Sea Insight di Juni 2020, sebanyak 45% pelaku usaha mengubah strategi dan lebih aktif berjualan di e-commerce.

"Bisnis menjadi upaya untuk mendorong pertanian dan petani secara konkret. Sekarang petani harus mengelola pertanian dari hulu hingga hilir. Sekarang ruang lingkupnya yang diperbesar. Kolaborasi dengan pemda harus dilakukan. Mareka harus masuk ke marketplace karena sangat potensial. Kerja sama Kementan dengan Bukalapak harus dioptimalkan," tutup Nursyamsi. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT