04 October 2020, 03:20 WIB

Reza Rahadian: Kepedulian pada Pendidikan


Bagus Pradana | Hiburan

SIAPA sangka aktor serbabisa, Reza Rahadian, 33, ternyata memiliki kepedulian yang tinggi pada pendidikan. Ia bahkan telah berkegiatan selama empat tahun belakangan ini bersama Yappika-Action Aid, salah satu LSM yang memiliki perhatian untuk memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah di Indonesia yang mengalami kerusakan.

“Saya merasa punya concern yang cukup tinggi di dunia pendidikan karena saya pernah mengalami satu pengalaman yang mungkin kurang nyaman dulu saat saya masih belajar di bangku sekolah dasar. Itu membuat saya lebih peka lagi dengan dunia pendidikan di Indonesia,” papar Reza Rahadian saat menjadi narasumber dalam acara podcast Youtube yang dipandu Sandiaga Uno, Jumat (2/10).

Sebelum memantapkan tekad untuk terjun dalam gerakan kemanusiaan tersebut, Reza sempat merasa ragu dengan penunjukannya sebagai ambassador. “Awal ketika diajak untuk ikut di gerakan ini, saya agak skeptis karena bayangan saya waktu itu ialah saya jadi ambassador yang cuma hadir saat ada konferensi pers dan enggak ngapangapain, itu yang membuat saya merasa berat di hati. Tapi setelah saya cerita ke teman-teman Yappika, bahwa saya pengin terlibat beneran, mereka mulai terbuka kepada saya,” ungkap aktor yang mengawali kariernya sebagai model tersebut.

“Yappika ini lebih fokus dalam upaya mewujudkan ‘Sekolah Aman’, jadi konsennya di perbaikan sekolah-sekolah yang rusak yang ada di seluruh Indonesia serta punya beberapa sekolah dampingan. Tugas saya ialah mengadvokasi pemerintah-pemerintah daerah, bertanya kepada mereka sekaligus mempertanyakan alokasi dana untuk perbaikan sekolah-sekolah yang rusak ini,” imbuh Reza.

Reza mengaku terkejut saat menyaksikan ternyata masih banyak sekolah di Indonesia yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Saya menyaksikan langsung betapa banyak sekolah di Indonesia itu yang dalam kondisi rusah, entah rusak ringan maupun berat, dan yang paling mengejutkan saya ialah banyak di antara sekolahsekolah yang rusak itu yang berada di Pulau Jawa,” terang peraih empat Piala Citra tersebut.


Adaptasi

Reza mengapresiasi langkah pemerintah atas penerapan pembelajaran jarak jauh tersebut karena pandemi covid-19. Namun, ia juga mengingatkan pemerintah agar memperhatikan anak-anak yang tinggal di daerah pelosok yang mungkin mengalami kendala komunikasi digital.

“Pembelajaran online dapat membantu anak-anak yang ada di kota, tapi kemudian apakah platform ini ialah satu-satunya jalan keluar untuk masalah pendidikan kita? Saya merasa keterjangkauannya kurang merata,” ujar aktor pemeran Habibie, dalam film Habibie & Ainun (2013).

Reza menganalogikan dengan cerita tentang pengalaman kunjungannya di daerah Sumba. Ia mengatakan, anak-anak di pelosok Sumba pergi ke sekolah pun tidak memakai sepatu. “Meski sebenarnya mereka tidak mengeluh, tapi melihat kondisi seperti itu saya jadi berpikir, ‘Gimana ya mereka belajar di saat pandemi seperti sekarang ini?’ Di sana sinyal aja susah, jadi mau enggak mau butuh adaptasi tersendiri untuk kondisi seperti itu,” sambungnya.

Reza juga memaparkan strategi yang akhirnya diterapkan guru-guru dampingan Yappika selama masa pandemi. Mereka rutin menyambangi siswa satu per satu untuk memberikan pelajaran atau membuka kelas dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau untuk mengumpulkan para siswa mereka untuk belajar bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Yang mau kami sasar dari gerakan ini ialah pada akhirnya agar anak-anak dapat bersekolah secara aman dan nyaman ke depannya,” pungkas Reza. (H-3)

BERITA TERKAIT