03 October 2020, 19:15 WIB

Kemenpora: Piala Menpora Bisa Mengubah Stigma Negatif Esports


Akmal Fauzi | Olahraga

SEBANYAK delapan tim Esports yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia melaju ke Grand Final Piala Menpora Esports 2020 AXIS. Turnamen tingkat nasional untuk kalangan pelajar SMP, SMA, dan perguruan tinggi itu juga bisa dijadikan ajang edukasi kejuaraan olahraga elektronik tersebut.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, mengatakan antusias peserta mengikuti kejuaraan ini menjadi tanda ekosistem Esports tumbuh di Indonesia. Namun, ia memahami, masih ada stigma negatif yang masih melekat terhadap Esports.

Baca juga: Davis dan James Antar Lakers Unggul 2-0 Atas Heat

“Memang masih ada kekurangan, masih ada stigma negatif soal Esports dari orangtua. Untuk itu (kejuaraan) ini bisa menjadi edukasi,” kata Gatot dalam konferensi pers, Sabtu (3/10).

Grand final Piala Menpora Esports 2020 Axis akan berlangsung pada 3-4 Oktober 2020 yang digelar secara daring.

Delapan tim yang akan bertanding yaitu MAN 3 Palembang, Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Udayana Denpasar, SMAN 1 Bintan Utara, Binus University Jakarta, Telkom University Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan SMA Institut Indonesia Semarang.

Mereka adalah tim-tim terbaik dari total 3.141 tim atau terdiri dari 15.705 peserta yang mendaftar dan berkompetisi di Piala Menpora Esports 2020 AXIS.

“Ini menjadi indikator yang positif bahwa sebaran potensi atlet-atlet kita cukup luas. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama agar ke depan upaya-upaya dan kerjasama untuk memajukan Esports ini bisa dilakukan lebih besar lagi,” jelas Gatot.

Dukungan penuh pemerintah menurutnya akan selalu menyesuaikan event atau turnamen Esports yang dibutuhkan oleh anak-anak muda Indonesia.

“Kami masih sama, kami tentu masih memfasilitasi mereka. Tergantung dengan event-nya saja nanti. Kalau ada event Esports lagi, kami masih akan terus mendukung teman-temannya,” ucap Gatot.

Ketua Penyelenggara Piala Menpora Esports 2020 AXIS, Giring Ganesha menambahkan, banyaknya perserta yang tergabung di turnamen ini menjadi bukti potensi Esports di Indonesia sangat besar.

“Talenta-talenta ini berasal dari seluruh Indonesia. Ini enggak Jakarta sentris, tapi ini dari seluruh Indonesia, tidak terpaku kota besar yang masuk grand final Piala Menpora ini,” kata Giring.

Giring menjelaskan grand final yang digelar selama dua hari akan menjadi penentu tim Esports yang berhak mengangkat trofi juara. Total prize pool yang disiapkan untuk para pemenang mencapai sebesar Rp150 juta.

“Harapan kami dari penyelenggara juara dan talenta ini bisa terus berkembang dan menjadi atlet yang bisa membawa prestasi untuk Indonesia di masa mendatang,” jelasnya

Babak Grand Final Piala Menpora Esports 2020 AXIS akan berlangsung dalam format double elimination; dengan empat tim berada di upper bracket dan empat tim lainnya berada di lower bracket. Tim yang kalah di upper bracket akan turun ke lower bracket dan memiliki satu kali lagi kesempatan untuk maju ke babak berikutnya.

Baca juga: Idolai Nadal, Korda Namai Kucingnya Rafa

Selain berebut gelar juara, para pemain yang bertanding juga berjuang memperebutkan titel Most Valuable Player (MVP) dan Top Kill Player. Untuk menjadi dinobatkan MVP pemain harus lebih banyak meraih MVP di kualifikasi kloter, dengan angka kill paling banyak dan death paling sedikit serta assist paling banyak. Sementara Top Kill Player adalah pemain dengan kill paling banyak sepanjang turnamen.

“Piala Menpora ini sangat ketat. Ada tim-tim dari universitas juga sudah banyak dikenal. Kami yang masih muda tentu ini jadi tantangan,” kata perwakilan tim SMAN 1 Bintan Utara, Juli Kimura. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT