03 October 2020, 17:25 WIB

Kemenag: Jangan Terpengaruh Isu Kesalahan Alquran Tanpa Bukti Kuat


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

Viral di media sosial gambar lembaran halaman Alquran disertai keterangan yang menyebutkan adanya kesalahan cetak berupa pengurangan kata illa pada ayat 35 Surah Fushshilat. Dalam keterangan gambar disebut lembaran itu merupakan cetakan Annur.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kemenag Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa informasi sejenis sudah pernah beredar pada pertengahan tahun 2018. Pihaknya juga telah melakukan telaah atas informasi tersebut.

“Penyebar informasi tidak mencantumkan identitas mushaf secara lengkap, baik cover, tanda tashih, maupun nama penerbit,” terang Muchlis dalam keterangan resminya yang diterima Media Indonesia, Sabtu (3/10).

Baca juga: Temuan KPAI: Prostitusi Anak Meningkat selama Pandemi

Menurutnya penyebutan nama Annur dalam keterangan gambar tersebut juga tidak jelas, apakah yang dimaksud adalah nama penerbit atau nama mushaf.

Ia mengatakan, berdasarkan dokumen pengajuan tashih di LPMQ, hingga saat ini tidak ditemukan bentuk atau model mushaf sebagaimana tercantum dalam informasi yang viral. “Belum ada bukti fisik dari masyarakat yang dapat menghadirkan mushaf tersebut,” tegasnya.

Doktor Tafsir lulusan Al-Azhar itu pun mengimbau masyarakat yang mendapatkan mushaf tersebut, atau mengetahui identitas mushaf yang disertai dengan cover dan lembar keterangan mushaf tersebut, untuk menyampaikannya ke LPMQ di Gedung Bayt Al-Qur’an TMII Jakarta. Bisa juga disampaikan melalui telepon di nomor 021-87798807, email: lajnah@kemenag.go.id, atau website: tashih.kemenag.go.id/lapor.

“LPMQ mengimbau masyarakat agar tidak cepat terpengaruh isu terkait kesalahan Alquran yang tidak disertai bukti fisik yang kuat. Sesuai tugas dan fungsi, LPMQ akan terus mengawal peredaran mushaf Alquran di Indonesia,” pungkasnya. 

BERITA TERKAIT