03 October 2020, 12:55 WIB

Umumkan Positif Covid, Trump Mencuri Simpati di Pilpres AS


mediaindonesia.com | Internasional

RAMAI diberitakan Presiden Amerika  Donald Trump baru yang terkena Covid-19 pasca debat calon presiden Amerika Serikat (AS) 2020 pertama dengan penantangnya, Joseph (Joe) Biden, yang dimulai pada Rabu, (30/9/2020) di Case Western Reserve University, Cleveland.

"Hampir seluruh dunia bereaksi atas informasi tersebut. Dan sebagian besar mungkin saja merasa senang dengan informasi ini," ujar Gerry Hukubun, pengamat luar negeri dari Rumah Politik Indonesia dalam pesan whatsapp nya ke mediaindonesia.com, Sabtu (3/10)

Trump, jelas Gerry, dianggap sebagian masyarakat di Amerika serikat sebagai presiden yang tidak peduli dengan pandemi covid-19. Sehingga jumlah korban terinveksi covid-19 yang terjadi AS mencapai 7.35 juta orang dengan jumlah kematian sebanyak 208 ribu jiwa, data per 2 oktober 2020

Menurut Gerry, Trump memang sengaja mengumumkan bahwa dia terinveksi covid-19 pasca debat pertama. Apakah dia betul-betul sudah terinveksi corona sebelum debat atau setelah debat kemarin, itu belum jelas.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun 2%, Pasca Trump Dinyatakan Positif Covid

"Bisa saja hanya dimanipulasi dengan harapan bahwa setelah dua minggu pasca diumumkan dan jika dia dinyatakan sembuh maka sesuai dengan perspektif pandangan trump selama ini bahwa tidak perlu takut dengan corona. Bahkan dirinya yang sudah usia 74 tahun mampu melewati pandemi yang menghantui seluruh dunia ini," ungkap Gerry..

Lewat kesempatan itu pula, jelas Gerry, Trump akan menggelorakan semangat seluruh warga AS dan khususnya kepada pendukungnya bahwa warga AS mampu menghadapi pandemi tersebut dan tidak perlu takut

Sehingga jika kebanyakan orang yang tidak setuju dengan Trump, ungkap Gerry, melihat atau mendengar berita Trump yang terinveksi Covid-19, pastilah muncul beragam reaksi yang kesannya mensyukuri kondisi tersebut.

"Padahal dari sudut pandang berbeda, saya bisa melihat bahwa ini adalah trik Trump untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari pendukung dan masyarsakat AS," ujar dia. (OL-13)

Baca Juga: Presiden Trump dan Ibu Negara AS Positif Covid-19

BERITA TERKAIT