03 October 2020, 11:31 WIB

Pemerintah Diminta Beri Subsidi untuk Swab Test


Anggitondi Martaon | Humaniora

PEMERINTAH diminta menyikapi penetapan harga maksimal swab test polymerase chain reaction (PCR). Sebab, harga Rp900 ribu dianggap belum bersahabat bagi kelompok menengah-bawah.

"Mereka (kelompok menengah ke bawah) akan kesulitan. Karena itu, perlu anggaran negara untuk membantu mereka," kata Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10).

Plh Ketua Fraksi PAN itu mengungkapkan harga PCR test sebesar Rp900 ribu per tes belum sesuai untuk semua golongan masyarakat. Harga ini dianggap hanya cocok untuk kantong kelompok menengah-atas.

Baca juga: Warga Nilai Rp900 Ribu untuk Swab Test Masih Mahal

Sementara itu, virus korona tidak mengenal golongan ekonomi. Maka, pemerintah harus mencari solusi agar kelompok menengah ke bawah ini tetap menikmati fasilitas PCR test tersebut.

"Sehingga masyarakat yang kemampuan ekonominya lemah, diharapkan tetap dapat melakukan swab test," ungkap dia.

Selain itu, dia mengapresiasi penetapan harga PCR test yang dikeluarkan pemerintah. Namun, keputusan itu dinilai belum lengkap.

Dia menyebutkan, penetapan harga PCR test tidak diikuti dengan sanksi. Dikhawatirkan implementasi ketentuan harga PCR test tidak berjalan baik.

"Aturan ini sebaiknya diisi juga dengan sanksi. Dengan begitu, semuanya bisa mematuhi," ujar dia. (OL-1)

BERITA TERKAIT