03 October 2020, 08:05 WIB

4 Kecamatan di Cianjur Dilanda Banjir dan Tanah Longsor


Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara

SEDIKITNYA 8 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diterjang tanah longsor dan banjir, Jumat (2/10) malam. Akibat bencana hidrometeorologi itu, terdapat 1 warga setempat yang dikabarkan meninggal dunia.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan, menuturkan bencana hidrometeorologi dipicu tingginya intensitas curah hujan.

Laporan sementara yang diterima, bencana hidrometeorologi terjadi di Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Cijati, Kecamatan Leles, dan Kecamatan Agrabinta.

Baca juga: Revolusi Hijau Terus Berjalan di Kalimantan Selatan

"Di Kecamatan Sindangbarang, banjir luapan sungai terjadi di Desa Muara Cikadu. Di Kecamatan Cijati, berada di Desa Sukajaya dan Desa Sukamaju, di Kecamatan Leles terjadi di Desa Sindangsari, Desa Pusakasari, dan Desa Karyamukti. Sedangkan di Kecamatan Agrabinta, bencana terjadi di Desa Karangsari," terang Irfan saat dihubungi Media Indonesia melalui telepon seluler, Sabtu (3/10).

Irfan menegaskan laporan yang diterima sifatnya masih sementara. Saat ini tim dari BPBD tengah menuju ke lokasi bencana.

"Yang paling parah terjadi di Kecamatan Leles," ucap Irfan.

Irfan menyebutkan pada peristiwa itu dilaporkan terdapat korban jiwa. Namun data identitasnya belum diketahui. Termasuk jumah bangunan rumah warga serta fasilitas lain yang terdampak banjir dan tanah longsor.

"Kami masih lakukan assesmen dibantu petugas Retana (Relawan Tangguh Bencana) di masing-masing wilayah," tutur Irfan.

Kapolsek Agrabinta Ajun Komisaris Ipid A Saputra menuturkan banjir di Kecamatan Leles dan Agrabinta merendam ruas jalan utama yang menjadi akses kendaraan. Namun sedikit demi sedikit air berangsur surut.

"Sekitar pukul 01.45 WIB, kondisi air mulai surut bersamaan meredanya hujan. Sudah bisa dilalui kendaraan. Tapi aliran listrik masih padam," kata Ipid melalui Paur Humas Subbag Humas Polres Cianjur, Ipda Ade Dwi Heryanto, Sabtu (3/10).

Saat ini, di lokasi masih menunggu bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur untuk membersihkan material tanah longsor yang menutup akses jalan.

"Mudah-mudahan bisa kita selesaikan pembersihan material tanah longsor setelah ada bantuan alat berat," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT