03 October 2020, 07:50 WIB

Subardi Dukung Rencana Pembubaran 14 Perusahaan BUMN


Agus Utantoro | Ekonomi

RENCANA pembubaran 14 perusahaan pelat merah diapresiasi anggota  Fraksi Partai NasDem DPR RI Subardi.

Anggota DPR RI Dapil DIY itu mengungkapkan restrukturisasi BUMN akan fokus menjaga performanya. Baik BUMN yang mengemban misi penugasan dari negara untuk melayani publik, BUMN yang murni untuk kepentingan bisnis negara, dan BUMN perpaduan antara penugasan dengan bisnis.

"Restrukturisasi perlu dipercepat agar BUMN lebih ramping dan bisa  berlari lebih cepat. Di banyak negara maju, jumlah BUMN hanya hitungan
jari. Meski pengaturannya berbeda dengan Indonesia, perampingan lembaga perlu dilakukan untuk fokus pada core business-nya," ujar Subardi dalam sebuah diskusi di Subardi Center, Jumat (2/10) malam.

Baca juga: 12,4 Juta Pekerja Nikmati Subsidi Upah

Core business atau misi utama pada perusahaan BUMN, ujarnya, sering kali berjalan tidak efektif, yang salah satu pemicunya karena kebiasaan perusahaan plat merah memiliki anak cucu hingga cicit perusahaan.

"Belum lagi soal salah urus perusahaan. Biasanya ditutupi dengan suntikan anggaran yang ujung-ujungnya justru membebani (anggaran) negara. Ini penyakit kronis, salah urus korporasi sering terjadi karena jumlah BUMN terlalu gemuk," tegasnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkap rencana restrukturisasi BUMN disampaikan dalam diskusi virtual pada Senin (28/9) lalu. Ada 14 perusahaan yang akan dibubarkan, di antaranya PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

Subardi selaku anggota Komisi VI yang bermitra dengan Kementerian BUMN mengapresiasi langkah itu.  

Dalam rapat-rapat di Komisi VI, saya selalu mendorong langkah Kementrian BUMN untuk membubarkan, melikuidasi, atau merestrukturisasi perusahaannya," tandas Ketua DPW NasDem DIY itu.

Sejak kepemimpinan Erick Thohir, Kementerian BUMN telah merestrukturisasi 35 BUMN. Kini jumlah perusahaan negara tersisa 107 dari sebelumnya 147. Subardi juga mengingatkan perlunya perampingan dengan cara pembagian klaster.

"Ke depan, strategi perampingan juga perlu dengan mempercepat pembagian klaster BUMN. Misalnya, klaster energi, klaster Pangan, klaster farmasi, klaster keuangan, klaster telekomunikasi, dan klaster perhubungan. Ini penting untuk mendukung performa korporasi," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT