03 October 2020, 07:43 WIB

KPK Mengaku tidak Bisa Kerja Maksimal Akibat Covid-19


Cindy Ang | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui tidak bisa bekerja maksimal selama pandemi covid-19. Sebab, kekuatan pegawai KPK yang bekerja di kantor berkurang.

"Kekuatan SDM (sumber daya manusia) KPK sejak mewabahnya penyakit covid-19 praktis berkurang. Sekarang saja yang masuk hanya 25%," kata Komisioner KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers secara daring, Jumat (2/10).

Alex mengatakan KPK masih serius dan bersemangat dalam upaya pencegahan maupun penindakan pemberantasan korupsi. Hanya saja situasi saat ini tidak memungkinkan pihaknya bekerja maksimal.

Baca juga: KPK Kawal Subsidi Gaji hingga 2021

"Pegawai di Dir Monitor biasanya mampu penyadapan 400-an nomor. Karena yang bekerja sekarang 25% tidak mungkin kita bisa melakukan penyadapan dengan volume yang sama," jelas dia.

Dia menambahkan pandemi covid-19 berpengaruh besar terhadap kinerja KPK dalam mengungkap tindak pidana korupsi. Sebab, upaya penyelidikan dan penyidikan di lapangan terbatas.

"Tidak mungkin volumenya sama dengan kalau jumlah penyidik maupun penyelidik yang bekerja dalam kondisi normal," pungkas Alex. (OL-1)

BERITA TERKAIT