03 October 2020, 07:34 WIB

Petugas LP Diduga Bantu Pelarian Changpan


Medcom/J-2 | Megapolitan

PENYIDIK Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (PMJ) dan Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan status perkara pelarian terpidana mati Cai Changpan alias Cai Ji Fan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang ke tahap penyidikan.

Keputusan peningkatan status perkara karena penyidik menemukan bukti keterlibatan dua pegawai LP. Kuat dugaan keduanya membantu pelarian bandar narkoba asal Tiongkok itu. “Ada indikasi sementara ini dua pegawai, sipir ini melakukan kelalaian yang bisa dipersangkakan Pasal 426 KUHP,” kata Kabid Humas PMJ, Kombes Yusri Yunus, kemarin.

Kedua petugas itu berinisial S. Satu merupakan sipir LP dan S lainnya PNS di LP Kelas 1 Tangerang. Menurut Yusri, keduanya membantu Cai Changpan membelikan beberapa peralatan untuk menggali ubin kamar sel, termasuk pompa air, dengan imbalan masing-masing Rp100 ribu.

Dalam waktu dekat penyidik Ditreskrimum PMJ dan Polres Tangerang Kota akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum kedua pegawai LP tersebut. “Mudah-mudahan gelar perkara selesai dan bisa dinaikkan statusnya
dari saksi menjadi tersangka,” tukas Yusri.

Cai Changpan kabur ke arah hutan Tenjo, Bogor, Jawa Barat, seusai menemui istri dan anaknya. Polisi menduga buron tersebut masih berada di dalam hutan. Terpidana hukuman mati yang ditahan sejak 2016 itu pernah mengikuti pendidikan kemiliteran di Tiongkok. Polisi pun berkeyakinan Cai bisa bertahan hidup selama pelarian.

“Memang dia sudah punya dasar, makanya sekarang kita terus bergerak bersama-sama dibantu dari pihak LP Tangerang. Kita masih bergerak, pengejaran menyusuri hutan di sana,” ungkap Yusri.

Bandar narkoba itu kabur dari LP Kelas 1 Tangerang pada Senin (14/9) malam. Cai Changpan melarikan diri dengan melubangi kamar tahanan sampai gorong-gorong di belakang gedung LP. Lubang sepanjang 30 meter itu dibuat selama delapan bulan. Cai menggali lubang menggunakan alat dari lokasi pembangunan dapur di penjara tersebut. (Medcom/J-2)

BERITA TERKAIT